JAKARTA - Kehadiran empat kepala negara sahabat saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono tidak hanya sebatas hubungan diplomasi.
Demikian dikatakan pengamat hukum Internasional Universitas Islam Indonesia (UII), Djawahir Tantowi kepada okezone, Rabu (21/10/2009).
Menurutnya, kedatangan mereka juga membawa misi dalam kualitas peningkatan kerjasama dalam konteks dunia.
"Selain dari pengakuan negara tetangga tapi juga ke arah pendekatan hubungan yang lebih baik lagi dan berkelanjutan. Artinya ada orientasi proses politik internasional yang lebih dekat lagi, good will dan global network ditingkat kualitas," jelasnya.
Menurutnya, citra Presiden SBY di pemerintahan sebelumnya sudah dipandang dan diakui oleh negara tetangga, khususnya dalam pencampaian kinerja program pemberantasan korupsi dan pemusnahan gerakan teroris di wilayah Indonesia.
"Artinya ada pengakuan dari Internasional bahwa pemerintah di bawah Presiden SBY kinerjanya tidak dapat dipungkiri. Memang ada tanda peran di Indonesia oleh Presiden, misalnya kesadaran bangsa Indonesia untuk melakukan ratifikasi konvensi dan saya kira dunia menyaksikan kebijakan ratifikasi konvensi internasional," pungkasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.