getting time...

Hendak Bayar Cicilan, Motor Wartawan Digasak

Rabu, 21 Oktober 2009 14:48 wib

BANGKALAN - Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) makin merajalela. Kali ini, sepeda motor milik salah satu wartawan media elektronik disikat maling, tepatnya di kantor Pos Bangkalan. Sayang, kinerja jajaran Polres Bangkalan untuk mengungkap kasus curanmor masih mandul, sehingga banyak kasus yang belum terungkap.

Informasi yang diperoleh, kasus curanmor tersebut bermula saat sepeda motor milik wartawan, dengan nomor polisi (nopol) L 4625 QT dibawa oleh mertuanya untuk membayar cicilan motor di kantor pos. Usai parkir, korban langsung masuk kantor pos dan mengurus pembayaran cicilan.

Nah, saat kembali ke tempat parkir untuk mengambil uang yang ada di dalam jok, ternyata motor korban sudah tidak ada di tempat. Demikian juga dengan uang tunai yang dibawa untuk membayar cicilan selama dua bulan, yakni Rp1.200.000 yang ditaruh dalam jok, juga ikut raib dibawa kabur oleh pelaku curanmor.

"Saat parkir itu ada tiga orang yang sedang cangkur, dua laki-laki dan satu wanita. Kemungkinan besar motor disikat saat ibu masuk kantor pos," ujar Taufik Sahrawi, kemarin.

Taufik menjelaskan, sebenarnya saat itu ada tiga motor yang diparkir di kantor pos. Berhubung dua motor yang lain terlihat kurang menarik, pelaku akhirnya memilih motor baru jenis Supra X yang dibawa oleh mertuanya. Beruntung surat-surat penting tidak diletakkan dalam jok, melainkan dibawa oleh korban, sehingga bisa diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, Taufik mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, belum termasuk sisa cicilan yang masih kurang 10 bulan. Dia sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan, tapi belum juga ada perkembangan.

"Harapan kami, pelaku segera ditangkap karena sangat meresahkan dan membuat keluarga kami rugi," terangnya.

Dikonfirmasi Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Suwarno berjanji akan mengusut tuntas kasus curanmor tersebut. Beberapa jajaran sudah diturunkan untuk mengejar pelaku, yang diperkirakan sering beraksi di wilayah kota. "Laporan sudah kami tindak lanjuti, tinggal menunggu hasil lebih lanjut," tegasnya.
(Subairi/Koran SI/teb)