MAKASSAR - Konsuler Jepang di Makassar Nomura Noboru meminta jaminan keamanan selama bertugas di Makassar. Hal itu dikemukakan Nomura saat bertandang ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (22/10/2009).
Jaminan keselamatan itu menurut Nomura untuk melancarkan tugasnya selama di Makassar. Kepada wartawan Nomura menjelaskan merupakan hal yang wajar dan lumrah dilakukan di wilayah tugas yang baru.
"Saya bukan khawatir tidak aman kalau di Makassar, itu lumrah saat orang Indonesia di Tokyo mereka juga mempertanyakan keamanan di sana," kata Nomura..
Terkait desas-desus bahwa Makassar tidak aman karena banyaknya unjuk rasa menurut dia demonstrasi bukan lah faktor penting penentu keamanan suatu daerah karena unjuk rasa baginya merupakan suatu proses demokrasi di mana semua orang berhak mengekspresikan pendapatnya sepanjang tidak mengganggu keamanan umum.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memberikan jaminan keamanan dan keselamatan konsuler Jepang di Makassar. Syahrul bahkan menjanjikan akan memberikan pengamanan penuh jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengamankan konsuler dan keluarga serta stafnya ke rumah jabatan gubernur di Jalan Sudirman yang jaraknya sekitar 300 meter dari konsuler Jepang.
Dalam pertemuannya dengan Gubernur, Nomura juga mengemukakan tentang bentuk kerja sama antara Jepang dan Sulsel, menurut dia ada tujuh kerjasama teknis.
"Tujuh kerjasama sudah terlaksana dan sedang berjalan, bulan ini akan ditambahkan dengan proyek air bersih sehingga menjadi delapan kerja sama," terang dia.
Dia menambahkan saat ini ada enam program jangka panjang di Sulawesi Selatan dan sekira 40 program jangka pendek yang sedang berlangsung dan masih akan berlanjut.
"Saat ini kami belum menambah program dan fokus mengerjakan program yang sudah ada agar tidak terlantar," kata dia.
(fit)