JAKARTA - Tidak ada rasa kecewa maupun air mata yang jatuh dari pelupuk mata Nila Djuwita F Moeloek. Kegagalannya menjadi Menteri Kesehatan disikapi bijaksana oleh perempuan bergelar doktor itu.
Berikut petikan wawancara dengan Nila di Gedung Dharmawanita Persatuan Pusat di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2009).
Waktu pengumuman Ibu ada di mana?
Saya di rumah bersama bapak, di dalam kamar. Kan sudah malam, masak saya kelayapan. Karena telepon terus berdering maka tidak saya jawab. Begitu pula dengan pesan singkat yang masuk. Saya capek, lalu saya tidur.
Kabarnya ibu menangis?
Ah enggak lah, saya cuma kaget saja.
Bagaimana perasaan ibu setelah tidak terpilih menjadi menteri?
Saya justru lega. Mungkin ini yang terbaik.
Leganya kenapa?
Kerjaan yang berat. Anda juga tahu. Kalau pekerjaan berat risiko juga besar. Sekarang tidak ada lagi risiko.
Apa hikmah dari peristiwa ini?
Saya kan saya tidak meminta jabatan, tidak pernah kirim CV, atau mendekati Pak SBY. Jadi saya tidak ada apa-apa, kecuali saya berambisi, mungkin saya agak kecewa. Saya punya pengabdian yang sangat banyak. Setelah tidak terpilih saya juga masih punya pengabdian.
(ful)