getting time...

Batal Jadi Menteri, Nila Moeloek Tetap Tegar

Taufik Hidayat - Okezone
Kamis, 22 Oktober 2009 15:46 wib
Nila Djuwita F Moeloek. (Foto: www.mru-fkui.org)
Nila Djuwita F Moeloek. (Foto: www.mru-fkui.org)

JAKARTA - Tidak ada rasa kecewa maupun air mata yang jatuh dari pelupuk mata Nila Djuwita F Moeloek. Kegagalannya menjadi Menteri Kesehatan disikapi bijaksana oleh perempuan bergelar doktor itu.

Berikut petikan wawancara dengan Nila di Gedung Dharmawanita Persatuan Pusat di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2009).

Waktu pengumuman Ibu ada di mana?

Saya di rumah bersama bapak, di dalam kamar. Kan sudah malam, masak saya kelayapan. Karena telepon terus berdering maka tidak saya jawab. Begitu pula dengan pesan singkat yang masuk. Saya capek, lalu saya tidur.

Kabarnya ibu menangis?

Ah enggak lah, saya cuma kaget saja.

Bagaimana perasaan ibu setelah tidak terpilih menjadi menteri?

Saya justru lega. Mungkin ini yang terbaik.

Leganya kenapa?

Kerjaan yang berat. Anda juga tahu. Kalau pekerjaan berat risiko juga besar. Sekarang tidak ada lagi risiko.

Apa hikmah dari peristiwa ini?

Saya kan saya tidak meminta jabatan, tidak pernah kirim CV, atau mendekati Pak SBY. Jadi saya tidak ada apa-apa, kecuali saya berambisi, mungkin saya agak kecewa. Saya punya pengabdian yang sangat banyak. Setelah tidak terpilih saya juga masih punya pengabdian.


(ful)

  • gantjongtjong » 0 Tanggapan
    ibu musti ngerti dong ..kan sby dah dimodali ama as tuk kampanye..musti paham dong
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kenuk » 0 Tanggapan
    Ibu Nila yth, saya sangat bangga membaca dikoran Ibu menghadiri pelantikan Menkes.. semoga ibu selalu dalam lindunganNYa...salam dari kami sekeluarga Ibu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dr. Imron Rosyidi » 0 Tanggapan
    Salam hormat untuk Ibu. Semoga ibu selalu dalam lindungan Allah SWT. Saya dokter umum di desa merasa bangga atas kebijakan dan kelapangan hati ibu. Ibu pantas menjadi teladan dokter dokter dimanapun berada, seorang guru besar pada bidang ilmu yang luhur dan pengabdian ibu dapat dirasakan langsung oleh masyarkat kecil. Aku akan bahagia kalau ibu berkenan menerima saya untuk bersilahtrahmi dengan ibu. Dr.Imron Rosyidi d.a desa Bulumanis Kidul Kec. Margoyoso Kab Pati.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Alorina Kaimoru » 0 Tanggapan
    Salut & hormat atas ketegaran Dr, Nila,pengabdian bisa dilakukan sesuai dengan panggilan hati.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aditya » 0 Tanggapan
    namanya juga seleksi bu,... salah satu kemungkinannya kan gak lolos,... memang harus diterima dgn ikhlas...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.