SURABAYA - Biaya rehabilitasi bangunan sekolah rusak di Jawa Timur membengkak. Kucuran APBD Jatim yang dialokasikan untuk tahun 2009 menghabiskan dana Rp24,9 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Suwanto menuturkan, sepanjang tahun 2009 ini Pemprov Jatim melakukan rehabilitasi gedung sebanyak 31 TK, 116 SD, 60 SMP, 44 SMA, dan 30 SMK.
"Ratusan sekolah itu kondisinya rusak parah. Jadi kami memang memprioritaskan sekolah yang kondinya sudah memprihatinkan," ujar Suwanto, Jumat (23/10/2009).
Mantan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Jatim itu melanjutkan, mulai tahun 2009 ini biaya rehabilitasi sekolah rusak tidak lagi disokong dana sharing dari pemerintah pusat. Sehingga semua dana rehabilitasi sekolah murni mengandalkan kucuran APBD.
"Kalau 2008 lalu ada sharing rehab sekolah sebesar 50 persen pemerintah pusat, 30 persen pemerintah provinsi, dan 20 persen pemerintah kabupaten/kota," ungkapnya.
Untuk itu, beban yang ditanggung pemerintah provinsi tahun ini lebih berat. Apalagi target penyelesaian rehabilitasi sekolah rusak cukup banyak.
Suwanto melanjutkan, untuk tiap TK diberikan anggaran Rp50 juta, sehingga total anggaran yang terpakai mencapai Rp1,5 miliar. Sementara untuk tingkat SD juga diberikan Rp50 juta, sehingga total biaya rehabilitasi untuk SD mencapai Rp5,8 miliar.
Di tingkat SMP, SMA, dan SMK memperoleh bantuan Rp75 juta tiap sekolah. Dindik Jatim sendiri menghabiskan Rp4,5 miliar untuk SMP, Rp3,3 milar untuk SMA, dan Rp9,75 miliar untuk SMK.
(Aan haryono/Koran SI/lam)