Tiga Menteri Dituding Punya Rekam Jejak Buruk

Ajat M Fajar - Okezone
Sabtu, 24 Oktober 2009 08:15 wib

JAKARTA - Pro dan kontra mengenai komposisi Kabinet Indonesia Bersatu jilid II terus berdatangan. Sejumlah menteri dalam kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dianggap memilik rekam jejak buruk dalam Hak Asasi Manusia (HAM).

Setara Institute For Democracy and Peace menunjuk, sedikitnya ada tiga pembantu presiden yang dipandang tidak kredibel terhadap masalah-masalah HAM di Indonesia. Mereka adalah Menkum HAM Patrialis Akbar, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Menteri Agama Suryadharma Ali.

"Ketiga nama itu tidak berkompeten untuk menempati pos-pos pada kementerian. Mereka memiliki rekam jejak yang buruk terhadap masalah-masalah yang terkait dengan HAM," ujar Ketua Dewan Pengurus Setara Institut Ketua Hendardi dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (24/10/2009).

Patrialis Akbar, dinilai Hendardi, menganut madzhab politik pembatasan HAM sementara Gumawan Fauzi adalah sosok birokrat yang dianggap gemar memproduksi perda-perda diskriminatif. "Suryadharma Ali adalah sosok politik yang dekat dengan kelompok-kelompok Islam radikal," katanya.

Atas dasar itulah Setara mengusulkan beberapa prioritas penegakan HAM dalam tindakan politik, seperti pembatalan perda diskrimatif, penghapusan hukuman mati serta pemberian jaminan kebebasan beragaman atau keyakinan.

"Selain itu memutus pelembagaan impunitas dan pencabutan qanun jinayat, pemenuhan bagi masyarakat miskin, dan membentuk legislali populis bagi penegakan HAM dengan pengarusutamaan HAM dan jender agar tercipta keadilan bagi semua," pungkasnya.
(ded)

  • yuli » 0 Tanggapan
    ya memang ada sih beberapa menteri yang diragukan itu wajar saja dalam alam demokrasi kita boleh berpendapat umpama Gumawan dikala gempa padang kelihatan seperti bengong tidak mampu berbuat seharusnya beri kesempatan dia untuk menyelesaikan dulu bencana kan dia gubernur padang kalau tak salah
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Achingae » 0 Tanggapan
    Yeah.. Andai kita tahu apa isi hati SBY? Ini mungkin politik "Nggak Enak Hati", karena semuanya ikut membantu pada pilpres yang lalu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hanya Rajyat Biasa » 0 Tanggapan
    Pak Hendardi....., lalu sampean maunya apa? jadi menteri juga? atau mau jadi presiden. Emang bisa???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • hari » 0 Tanggapan
    pak hendardi n pendekar hak azasi yg lain kalo mo hidup bebas n ndak ada pembatasan HAM,hidup aja ditengah-tengah hutan rimba,dijamin HAM sampean-sampean bebas n ndak ada yg langgar
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sila » 0 Tanggapan
    untuk saudara eto'o mohon santun sedikit aja.. saya tdk punya kepentingan apa-apa.. tapi begitu membaca bahasa sarkastik saya kok sangat risih tolong hendardi kasih kesempatan kepada sby dan para partnernya..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.