PEKANBARU - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, mengaku sudah mendapat laporan dari warga tentang harimau Sumatera yang berkeliaran di area 6 PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) di Maudau, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Untuk menyelidiki laporan warga tentang tiga ekor harimau itu, BKSDA segera menerjunkan tim ke lokasi ladang minyak tersebut.
"Kita baru saja terima laporan tentang adanya tiga harimau, tapi anggota belum ke sana tapi segera kita kirimkan. Jadi kita jadi belum tahu berapa jumlah pasti harimau dan usia harimau tersebut," kata Kepala BKSDA Riau Trisnu Danisworo kepada okezone, Sabtu (24/10/2009).
Dia menegaskan, jika harimau yang berkeliaran di kawasan ladang minyak itu menandakan kalau sebelumnya areal tersebut adalah kawasan habitat harimau Sumatera yang kini sudah beralih fungsi.
"Daerah tersebut adalah daerah kawasan jelajah harimau. Karena sifat harimau jika sudah dilalui, suatu saat akan harimau tersebut pasti kembali," ujar Danis.
Dia berharap kepada warga yang melihat raja hutan itu untuk tidak melukai bahkan membunuh satwa yang dilindungi itu, karena akan dijerat Undang-undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati.
"Kita berharap warga tidak membunuh harimau seperti yang terjadi di Tembilah, Kabupaten Inhil, Riau, belum lama ini, dan juga warga tetap waspada jika harimau tersebut muncul lagi," pintanya.
(lam)