JAKARTA - Para aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) dikabarkan dicokok aparat kepolisian dari Polsek Menteng Jakarta Pusat atas aksinya mengencingi gambar Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, dan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Anifah Aman.
Namun hal ini dibantah kedua belah pihak. Koordinator Bendera Mustar Boventura, Minggu (25/10/2009), mengatakan polisi berjumlah 60 orang mendatangi aksinya hanya untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi, kantor PDI, Jalan Diponegoro No 58, Jakarta Pusat.
Sementara para petugas kepolisian yang melakukan penjagaan di lokasi, juga membantah hal yang sama. Mereka hanya diminta mengamankan aksi pembakaran gambar-gambar kedua pejabata negara Malaysia tersebut.
Mustar sendiri menuturkan, Bendera pada hari ini melakukan aksi mengecam tindakan sepasang suami istri di Malaysia yang melakukan penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia, Mautik Hani (36).
Seperti diberitakan media massa, Mautik disekap oleh majikannya di sebuah kamar mandi dalam keadaan tangan dan kakinya terikat. Mautik ditemukan oleh pembantu baru majikannya yang juga TKI, dengan muka lebam dan memar di sekujur tubuhnya.
Kabar ini lah yang menyulut Bendera untuk melakukan aksi mengencingi gambar kedua pejabat negeri Jiran itu. Belakangan aktivis dari Bendera, seringkali melakukan aksi kontra terhadap Malaysia.
(hri)