tragedi sukhoi

Gara-Gara Mak Erot, Dewan Pendidikan Minta UTS Ulang

Sabtu, 31 Oktober 2009 04:40 wib
Naskah ujian UTS SD yang seronok. (Foto: Abdul Rouf/Koran SI)
Naskah ujian UTS SD yang seronok. (Foto: Abdul Rouf/Koran SI)

SIDOARJO - Dewan Pendidikan Sidoarjo berharap kasus munculnya kalimat tak patut itu diselesaikan dengan tuntas. Tidak hanya itu, Dindik juga diminta menggelar ujian ulang khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo Abdul Hamid, mengatakan soal itu sudah diketahui bermasalah dan hasilnya pun diragukan. Sehingga, lebih baik digelar ujian ulang.

Hamid menambahkan, seharusnya tiap SD bisa memakai soal yang disusunnya sendiri. Apalagi, saat ini sekolah didorong untuk mandiri dengan sistem manajemen berbasis sekolah (MBS).

"Jadi ujian ulang bisa dilakukan dan sekolah mempunyai hak itu," ujarnya, Jumat (30/10/2009).

Pria yang menjabat Direktur Yayasan Wali Songo Sidoarjo ini, menambahkan, soal ujian menjurus porno itu merupakan preseden buruk bagi pendidikan di Sidoarjo. "Ke depan untuk membuat soal ujian harus benar-benar selektif," ujar Hamid.

Terkait permintaan Dewan Pendidikan Sidoarjo untuk menggelar UTS ulang, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Sidoarjo Agus Budi Tjahjono mengaku belum memikirkan langkah itu. Saat ini pihaknya berkonsentrasi menyelesaikan masalah soal UTS berbau porno itu.

"Kami masih focus menyelesaikan maslaah soal UTS itu," ujarnya saat dihubungi.

Kabar yang beredar, Edi yang menjadi penanggung jawab soal UTS yang berisi kalimat seronok itu stres setelah mencuatnya kasus ini. Guru yang mengajar di salah satu SD Negeri di Kecamatan Jabon itu tak menyangka masalah soal ujian jadi sebesar ini.

Bahkan, Edi sudah tidak mengajar sejak Kamis 29 Oktober lalu, ketika kasus ini mencuat. "Sudahlah kasihan juga dia (Edi). Saya kira dia tidak bermaksud seperti itu (membuat soal ujian seronok)," ujar sumber di Dindik Sidoarjo.
(Abdul Rouf/Koran SI/hri)

  • Parete » 0 Tanggapan
    masalah pendidikan di indonesia harus dapat perhatian penuh. saat ini saya kecewa kepada salah satu perguruan tinggi negeri yang terkenal yang tidak memperdulikan mahasiswa. seakan tidak ada tanggung jawab terhadap mahasiwanya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • h454n » 0 Tanggapan
    "Sudahlah kasihan juga dia (Edi),saya kira dia tidak bermaksud seperti itu (membuat soal ujian seronok)." pernyataan seperti itu terlalu berlebihan dan naif!!!. sebagai penanggung jawab UTS sudah menjadi tugasnya menunjukkan kemampuan profesionalismenya. yang patut dikasihani mestinya para murid yang jumlahnya ribuan, yang notabene masih dibawah umur. mungkin mereka saat ini akan mencari tahu siapa itu "mak Erot" .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • La Ode Rabani » 0 Tanggapan
    Apapun alasannya termasuk alasan kemanuasiaan pembuat soal harus diberikan sanksi. Pendidikan harus diurus oleh guru atau manusia yang cermat agar pendidikan kita bisa diukur kualitasnya, itu satu. Kedua, pembuat soal melupakan kondisi psikologis siswa atau antara bacaan (disoal) dengan perkembangan jiwa mereka tidak sesuai. ketiga, ini membuktikan kalau sebagian dari guru hanya sekedar melaksanakan kewajiban tanpa mempertimbangkan unsur-unsur pendidikan terkait.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.