getting time...

Pascagempa, Banyak Jalan di Bantul Tak Beraspal

Minggu, 1 November 2009 14:14 wib

BANTUL - Tiga tahun pascagempa Yogyakarta 2006 lalu, 100 persen rumah yang rusak sudah dibangun kembali. Begitu pula dengan fasilitas umum seperti kantor dan pasar. Namun masih banyak jalan yang belum diaspal.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul mencatat, hingga akhir tahun ini terdapat 279 kilometer jalan yang ada Bantul belum beraspal. Dalam kalkulasi dengan anggaran yang diterima setiap tahunnya, dipastikan pengerjaan ini akan memakan waktu lebih dari 20 tahun.

Menurut Purwanto, Kepala Seksi Pemeliharan Jalan DPU, dari keseluruhan jalan di Bantul yang mencapai 899 kilometer, pengaspalan jalan baru mencapai angka 620 kilometer hingga tahun ini. Angka itu meningkat kurang lebih 15 hingga 20 kilometer dibandingkan tahun lalu.

"Sedangkan sisanya, masih merupakan jalan hasil pengerasan yang masih bermaterialkan batu serta tanah. Keberadaan jalan ini kebanyakan berada di kawasan pedesaan," katanya, Minggu, (1/11/2009).

Dari anggaran yang ada, DPU Bantul hanya bisa mengaspal 10 hingga 15 kilometer saja. Pada tahun ini mendapatkan jatah anggaran sebesar Rp2,07 miliar. Uang itu cukup untuk pemeliharaan jalan sepanjang 60,44 kilometer saja dari keseluruhan jalan, termasuk pengaspalan.

Dari kalkulasi yang dilakukan oleh DPU, maka untuk sisa jalan yang belum beraspal dibutuhkan waktu pengerjaan lebih dari 20 tahun. Idealnya, menurut Purwanto, anggaran yang seharusnya diterima, bisa mencakup setengah dari jalan yang ada.

"Tapi secara pasti, bagaimanapun keadaan ini haruslah kita terima dengan penerapan pengaspalan di jalan-jalan yang menjadi prioritas. Semisal di kawasan ekonomi Panjangan, kawasan pengembangan permukiman, serta wisata. Namun dengan kondisi tahun depan yang berlangsung Pilkada, kita yakin anggaran kemungkinan besar tidak mengalami kenaikan," ujarnya.

Sedangkan untuk tahun ini, peningkatan jalan di Bantul mencapai 19,2 kilometer dengan biaya Rp11 miliar dan perbaikan satu jembatan di Panggungharjo, Sewon yang beranggarkan Rp1,25 miliar. Kedua proyek itu tahun dipastikan selesai.
(Daru Waskita/Trijaya/ton)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.