Kampus Baru STTIA di Lippo Cikarang

JAKARTA - Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar (STTIA) akan dipindahkan ke gedung baru yang rencananya akan dibangun di Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Bidang Kewaspadaan Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) DKI Jakarta Alamsyah Gayo mengatakan, untuk mencari lahan baru maka Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto berkoordinasi dengan pengelola pengembang dari Grup Lippo. Akhirnya disepakati Lippo dapat menyediakan lahan seluas 250 hektare di Lippo Cikarang, Bekasi.

Lahan seluas itu cocok untuk dibangun gedung asrama dan juga gedung perkuliahan serta fasilitasnya. Dipilihnya lokasi ini, lanjut Gayo, karena telah ada pendekatan kepada warga sekitar yang dengan sukarela menerima para mahasiswa ini.

"80 persen penduduk di sana seiman dengan para mahasiswa STTIA," jelasnya ketika menemui perwakilan STTIA di Balaikota DKI Jakarta, Senin (2/11/2009).

Gayo menambahkan, selama pembangunan di Cikarang, mahasiswa STTIA boleh menempati penampungan sementara di Bumi Perkemahan Cibubur.

Mengenai permintaan dinyalakannya kembali air dan listrik, dirinya menuturkan kalau hal itu akan segera diusahakan. Dirinya tidak bisa menjanjikan karena gedung dan segala propertinya di eks walikota Jakarta Barat, sudah menjadi milik Yayasan Sawerigading.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan, Pemprov akan membeli eks gedung milik STTIA di Kampung Pulo, Jakarta Timur, dengan kisaran nilai Rp10 miliar.

Dengan dana tersebut maka pihak STTIA dapat membeli lahan yang disediakan Lippo di Cikarang. Harga tanah disana ditaksir senilai Rp800.000 per meter persegi. Katanya, pemindahan kembali mahasiswa STTIA ke Kampung Pulo tidak dapat dilakukan karena warga menolak keberadaan mahasiswa ini.

Kepala Bidang Pengendalian Perubahan Status Aset Badan Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) DKI Jakarta Didit Yudiana meminta kepada yayasan STTIA untuk segera menyerahkan sertifikat tanah dan bangunannya kepada Pemprov sebelum akhir tahun ini.

"Masa penggunaan anggaran 2009 sudah hampir selesai. Hanya tinggal 1,5 bulan. Setelah itu, anggaran yang sudah dialokasikan untuk membebaskan aset SETIA akan hangus," ujarnya.

Sementara itu sekira 500 orang perwakilan dari STTIA tadi siang berdemonstrasi di depan Balaikota DKI Jakarta. Mereka menuntut Pemprov untuk mengalirkan air dan listrik di Gedung Walikota Jakbar. Salah satu mahasiswa STTIA, Waoli Lase mengatakan, sudah tiga hari ini tidak ada perkuliahan karena kondisi gedung yang gelap gulita.

Sementara untuk keperluan mandi, mereka harus membeli air dari gedung sekitar.

(lam)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Video Mesum Resahkan Warga Prabumulih