Kapolda Sulselbar Mendadak Kumpul Aktivis se-Makassar

Andi Aisyah - Okezone
Senin, 2 November 2009 11:24 wib

MAKASSAR - Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Barat (Polda Sulselbar) mengumpulkan aktivis kampus se-Makassar di Hotel Coklat Jalan Onta Lama Makassar. Agenda pertemuan itu adalah mendengarkan masukan, saran dan kritik mahasiswa Makassar.

Presiden Mahasiswa Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin(LEMA UNHAS) Ansar Tahir mengaku mendapatkan informasi pengumpulan tersebut secara dadakan. Menurutnya, tak ada undangan resmi secar tertulis tentang adanya pertemuan ini.

"Saya dapat informasi dari teman melalui SMS kalau ada pertemuan dan diskusi Kapolda dengan aktivis kampus se-Makassar. Tak ada undangan resmi, entah dengan kawan-kawan dari kampus lain," ujarnya.

Ansar mengaku sempat mempertanyakan agenda pertemuan itu kepada Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana. Ansar mengaku heran karena pertemuan itu bersamaan dengan isu pertarungan antara KPK dan Kepolisian terkait kasus penahanan Bibit dan Chandra. "Sedang ada kasus perseteruan Cicak dan Buaya, kok ada pertemuan tiba-tiba seperti ini," tanyanya.

Ansar mengemukakan, selama ini penanganan kepolisian terhadap demonstan di Makassar kerap berlebihan. Pasalnya mereka masuk ke areal kampus dan melakukan tindakan kekerasan. Tak bisa dipungkiri beberapa Kapolda di Makassar berganti karena kasus kekerasan atau perseteruan dengan mahasiswa maupun wartawan.

Menanggapi hal itu Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang mengaku undangan pertemuan tak ada hubungannya dengan kasus KPK dan Polri. Menurut adang, hal itu adalah kewenangan penyidik di tingkat pusat. "Kita tak ada hubungannya dengan Cicak Buaya, Kami hanya ingin bersilaturahmi dan mendengarkan masukan dan keluhan dari mahasiswa terkait pelayanan Polri ke masyarakat," kata Adang.

Terkait penanganan unjuk rasa (demonstrasi) mahasiswa di Makassar, Adang berjanji akan mengubah polanya. Hal itu dilakukan kata dia agar keluhan penanganan unjuk rasa berakhir kekerasan polisi dan mahasiswa dapat dihindarkan.

Pertemuan tersebut berlangsung Minggu tadi malam mulai pukul 21.30 hingga 23.30. Acara dipandu peneliti senior LIPI Hermawan Sulistyo yang juga pernah menjadi anggota Perancang Undang Undang Komisi Kepolisian Nasional.

Peserta yang hadir sekitar 40-an orang aktivis kampus se-Makassar yang berbeda-beda baik dari organisasi intra maupun ekstra kampus. Hadir di antaranya pengurus BEM Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Makassar, Pengurus Ikatan Lembaga Mahasiswa Fisip se-Indonesia Sulsel, maupun organisasi-organisasi kultur kampus lainnya. Jajaran polda dipimpin Kapolda Sulselbar datang mengenakan pakaian batik dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.15 WIB.
(fit)