SUKABUMI - Sebanyak delapan orang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, mengalami gejala keracunan setelah diduga menenggak minuman teh kemasan. Dari delapan siswa tersebut, satu di antaranya harus dilarikan ke puskesmas terdekat.
Keterangan yang dihimpun Seputar Indonesia, peristiwa keracunan ini terjadi seusai puluhan siswa kelas IV mengikuti pelajaran olahraga. Untuk menghilangkan dahaga, mereka membeli minuman es terbuat dari campuran teh bubuk yang terbungkus dalam kemasan sejenis plastik yang dijual salah satu warung di sekitar tidak lokasi sekolah.
Hanya selang beberapa menit, delapan orang siswa mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual disertai muntah-muntah. Bahkan salah satu siswi bernama Lusiana terpaksa harus mendapatkan bantuan infus di puskesmas terdekat karena tubuhnya mengalami kelemasan.
"Kondisi mereka sangat memprihatinkan, beberapa di antaranya mengalami muntah-muntah. Kondisi dialami setelah para siswa menenggak minuman jajanan. Anehnya peristiwa itu hanya dialami delapan orang, padahal puluhan siswa lainnya sempat meminum jajanan yang sama," ujar Kepala Sekolah SDN 3 Sudajaya Hilir, Heni Yuliadara.
Sementara itu kepala Seksi Survailance Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, dr Wahyu Andriana mengatakan, untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel muntahan para siswa dan teh bubuk kemasan beserta es batu.
"Kami akan memastikannya dengan cara meneliti sampel muntah, teh kemasan serta es batu yang telah diminum para siswa. Secara keseluruhan, gejala keracunan itu menyerang siswa hanya dalam waktu yang tidak begitu lama," ujar Wahyu.
Pada awal Oktober silam, peristiwa serupa dialami puluhan siswa SDN Cisarua IV, Desa Cisarua, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Mereka mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi jajanan berupa Cilok. Kejadian ini menyebabkan 16 orang siswa dilarikan ke puskesmas terdekat.
(Toni Kamajaya/Koran SI/fit)