tragedi sukhoi

Pengikut Santriloka Tak Yakin Mbah Aan Tobat

Selasa, 3 November 2009 19:09 wib

MOJOKERTO - Meski beredar kabar bahwa pemimpin sekaligus pendiri aliran Ilmu Kalam Santriloka, Mbah Aan telah tobat, namun sejumlah pengikutnya tak mempercayai kabar tersebut. Mereka berkeyakinan, Mbah Aan tak akan keluar dari aliran yang didirikannya sendiri itu.

AC, salah satu penganut aliran Santriloka mengatakan, dia dan para pengikut Mbah Aan lain tak yakin jika pimpinannya itu telah keluar dari aliran Santriloka. Keraguan itu, karena saat diwawancarai di televisi, Mbah Aan hanya mengucapkan permohonan maaf. Bukan kata tobat seperti yang dikabarkan. "Yang bilang Mbah Aan tobat itu presenter televisinya, bukan Mbah Aan sendiri," aku AC di Mojokerto, Selasa (3/11/2009).

Keyakinan santri Mbah Aan ini terbilang kuat. Dia bahkan mengaku tak akan keluar dari aliran ini meski Mbah Aan telah menyatakan diri murtad dari Santriloka. Menurutnya, keyakinan yang didapat dari Mbah Aan memunculkan rasa tenteram tersendiri. Sehingga kata dia, tak mungkin dirinya meninggalkan ajaran yang diberikan Mbah Aan.

"Sejak bergabung, hati saya tenang. Itu yang saya cari. Dan saya yakin ajaran ini tak menyimpang," katanya.

Pemuda yang telah bergabung menjadi santri Mbah Aan selama setahun ini membenarkan jika alirannya memang tak melakukan kewajiban salat fardlu seperti umat Islam pada umumnya.

Namun menurutnya, apa yang dilakukan selama ini sudah menjadi bagian dari salat. "Setiap waktu salat, ada makna tersendiri. Kita memaknai artinya dan melaksanakannya," tukasnya.
(Tritus Julan/Koran SI/ful)

  • sunu » 0 Tanggapan
    cocok dengan santos, semoga aja ada orang seperti yg diharapkan oleh santos di indonesia ini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • santos » 0 Tanggapan
    Suatu keyakinan tidak bisa dipaksakan, apalagi keyakinan itu dirasakan lebih menentramkan hati para pemeluknya. Tobat itu kepada Tuhan bukan untuk konsumsi manusia. Urusan sorga neraka adalah Tuhan yang tahu. Kewajiban orang Islam lain adalah meluruskan ajaran agamanya, kalau mereka tetap tidak bisa terima, kita tidak boleh memaksa. Yang penting umat Islam yang lain menjaga agar ajaran yang dinilai menyimpang itu tidak disebar luaskan dan umat Islam harus memberikan contoh berperilaku baik dan berbudi luhur, tidak merugikan orang lain.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.