DEPOK - Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin pepatah itu cocok dialamatkan kepada kedua orangtua Aulia Rahmah. Setelah kehilangan anak kandungnya, kini mereka juga kehilangan rumah.
Rumah orangtua bayi Aulia Turohmah yang menjadi korban penculikan di Jalan Raya Bogor km 33,5 Rt 03/02 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok dibongkar Dinas Satpol PP Kota Depok.
Rumah pasangan Syamsul dan Hoirya yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) hilangnya putri kedua mereka yang masih berusia 11 bulan tersebut kini sudah rata dengan tanah, padahal hingga saat ini, kasus tersebut belum terungkap.
Kepala Dinas Satpol PP Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, pembongkaran rumah semipermanen tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan izin dari kepolisian. "Kita sudah koordinasi dengan polisi, dan mereka mengizinkan karena prosesnya sudah selesai," katanya di Balaikota, Kamis (5/11/09).
Sariyo menambahkan, bangunan tersebut berdiri di daerah milik jalan sekaligus daerah sempadan jalan yang dilarang didirikan bangunan di atasnya. "Peringatannya sudah kita kirimkan tanggal 26 Oktober lalu. Kita akan jadikan sebagai kawasan hijau," terangnya.
Selain rumah bayi Aulia, kata Sariyo, pihaknya juga membongkar empat bangunan liar lainnya. "Pembongkaran itu sendiri merupakan lanjutan dari pembongkaran 141 bangunan liar di kawasan tersebut Senin, 26 Oktober 2009 lalu," katanya.
Sementara itu, kini Hoiriya dan Samsul untuk sementara tinggal di kediaman Ahmad, mertuanya di Kampung Kebayunan, Kelurahan Tapos, Cimanggis. Mengenai kasus penculikan anaknya, Khoiriya berharap polisi dapat dengan cepat menemukan anaknya yang diculik sejak 4 Oktober 2009.
(ram)