getting time...

Kisah Tim SAR Mengevakuasi Skytruck Milik Polri

Nur Rahmatika Adriyati - Okezone
Jum'at, 6 November 2009 14:18 wib
ilustrasi:wallpaperslibrary
ilustrasi:wallpaperslibrary

JAYAPURA - Proses evakuasi keempat Jenazah awak pesawat Cassa Skytruck milik Polri yang jatuh di Puncak Jaya, banyak menemui kendala karena lokasi pesawat jatuh di pegunungan cadas dan berbatu.

Selain cuaca di lokasi yang kurang bersahabat,  Tim SAR banyak mengalami kesulitan saat akan melakukan pendaratan. Ketika hendak melakukan pendaratan misalnya, helikopter tak bisa merapat ke TKP, sedangkan tali sudah terlanjur dibuang.

Persoalannya kemudian, tali sepanjang 40 meter itu terbelit di sebuah pohon sehingga helikopter ikut tertarik. Agar situasi tak semakin buruk, dua orang Tim SAR turun, dan yang lain terpaksa lompat. Akibatnya, sebagian peralatan tim SAR mengalami kerusakan.

Cuaca buruk dan medan yang sulit membuat proses evakuasi tertunda. Tim SAR hanya bisa melakukan evakuasi satu jenazah pada Kamis kemarin, sementara tiga lainnya baru bisa dliakukan pagi tadi.

"Satu jenazah yang kemarin bisa dievakuasi karena letak jenazahnya 150 meter dari titik lokasi pesawat," ujar salah satu anggota Tim SAR, Pelda Sembiring, saat ditemui di Hangar Lanud Bandara Sentani, Jumat (6/11/2009).

Di lokasi, pesawat ditemukan sudah dalam kondisi terbakar. Diduga saat terhempas ke lereng, bodi bagian bawah pesawat terkikis dengan batuan cadas sehingga menimbulkan percikan dan membakar bahan bakar minyak yang dibawa pesawat itu.

"Kalau saya lihat kira - kira meledak," ujarnya. Delapan drum yang dibawa pesawat itu juga sudah kosong.

Untuk melakukan proses evakuasi, kedelapan tim SAR ini harus bermalam di atas ketinggian 10.700 kaki. Sedangkan titik jatuhnya pesawat ada di ketinggian 10.300 kaki.

"Jadi kita harus jalan kaki untuk menuju tempat istirahat dengan kemiringan 80 derajat," ujarnya.

Sementara itu, pesawat Skytruck milik Polri ini tidak dilengkapi oleh kotak hitam.Sedangkan keempat jenazah saat ini sedang diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara dan rencananya bila sudah teridentifikasi akan diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Foker 50 milik Polri yang telah bersiaga di Bandara Sentani.
(fit)