JAKARTA - Kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah ditengarai telah dimanfaatkan sejumlah pihak guna mencari keuntungan pribadi. Baik dari aspek materi, popularitas, maupun hal lain.
Demikian analisis pengamat politik, Hermawan Sulistiyo dalam diskusi bertema Rontoknya Kepercayaan Publik di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/11/2009).
"Masalah Cicak dan Buaya ini nggak akan rame kalau nggak banyak orang cari panggung. Sekarang orang-orang banyak yang cari panggung," ujarnya.
Hermawan melihat ketidakharmonisan hubungan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, dan Kejaksaan semakin lama kian transparan di mata publik. Hal itu pada tahap selanjutnya memicu kekecewaan publik terhadap sistem penegakkan hukum.
Pasalnya kekisruhan ini menyebabkan terlewatkannya hal-hal yang penting yang seharusnya dipriotitaskan. "Tahu-tahu sekarang orang pada ramai manggung, tabrak sana-tabrak sini, sementara banyak dimensi penting yang dilupakan," ucapnya.
Penyelesaian kekisruhan KPK dan Kepolisian bisa mengubah tafsir publik pada lembaga hukum di Tanah Air. Solusi konkrit yang harus di kedepankan adalah segera langsung membawa perkara ke pengadilan.
"Jaksa harus didesak P21. Segera dilanjutkan proses nama-nama yang disebut dalam rekaman. Misalnya MS Kaban, Susno, dan lain-lain," tukasnya.
(ful)