TANGERANG - Sedikitnya lima mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) melakukan aksi mogok makan dan menjahit mulut di kampusnya, Jalan S Parman Nomor 2, Jakarta Barat, sejak pagi tadi.
Menurut mereka, aksi ini sebagai bentuk protes atas rencana penggusuran terhadap kampusnya.
Lima mahasiswa yang melakukan aksi jahit mulut tersebut adalah Junisar H, Leonardo, Mutari, Eti, dan Demas. Saat ini mereka berada di dalam tenda di depan halaman kampus yang merupakan bekas kantor Wali Kota Jakarta Barat.
"Aksi ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Kami hanya ingin bisa kuliah dan belajar dengan layak seperti mahasiswa lainnya," kata juru bicara mahasiswa SETIA, Nicodemus, Minggu (8/11/2009).
Nico juga mengatakan selama ini mahasiswa sangat terganggu secara psikologis dalam kegiatan belajarnya. Pasalnya, selain fasilitas yang tidak memadai, mereka juga dihadapkan dengan rencana untuk kembali diusir dari dalam gedung kampusnya kembali.
"Kami hanya ingin keadilan dan bisa melakukan kegiatan proses belajar dan kuliah dengan layak tanpa harus khawatir," tegasnya.
(lsi)