JAKARTA - Praktik korupsi semakin membuat "gerah" masyarakat. Bagi mereka, Tim 8 yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak dapat memenuhi harapan.
"Ini menunjukkan selain kemarahan masyarakat, seharusnya yang dibasmi korupsi bukan KPK. Karena itu hari ini seluruh masyarakat ingin memberi dukungan kepada KPK," tutur Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki di Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (8/11/2009).
Menurutnya, tindakan masyarakat ini merupakan pesan kuat bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus lebih serius membasmi korupsi. "Tim 8 hanya untuk menyelesaikan kisruh antara polisi dan KPK, apa yang dikehendaki masyarakat bukan itu, tapi tuntas termasuk kasus korupsi seperti  Century," tuturnya.
Dia juga menilai pernyataan yang disampaikan Susno Duadji saat bertemu dengan Komisi III DPR tidak banyak yang baru. Dasar pernyataan Susno, lanjutnya, berkas acara pemeriksaan (BAP) Ari Muladi yang telah dibantah dan dicabutnya.
"Misalnya, tempat-tempat pertemuan untuk menyuap pimpinan KPK. Saya kira hanya itu, Komisi III tidak mengejar fakta apa yang dimiliki polisi. Argumentasi hukum juga tidak dikejar. Komisi III, 80 persen tidak mengejer argumen hukum Polri, tapi lebih menyemangati Polri," tuturnya.
Dia menyarankan, Tim 8 harus memeriksa bukti-bukti hukum yang dipakai kejaksaan untuk mempidanakan. "Mereka harus minta polisi dan jaksa untuk melengkapi," pungkas dia.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.