getting time...

Komisi III Bantah Lawan Suara Rakyat

Lusi Catur Mahgriefie - Okezone
Minggu, 8 November 2009 18:08 wib

JAKARTA - Komisi III DPR membantah anggapan publik bahwa pihaknya pro terhadap Kepolisian RI (Polri) dibandingkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menegaskan tidak pernah melawan suara rakyat.

"Apa yang kami lakukan justru untuk menolak kriminalisasi terhadap semua institusi penegak hukum," ujar anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo kepada okezone, Minggu (8/11/2009).

Bambang menambahkan, komisi bidang hukum itu sangat tidak setuju apabila ada oknum tertentu yang mencoba melakukan kriminalisasi, baik kepada KPK, Polri, kejaksaan, serta lembaga penegak hukum lainnya.

Menurutnya, saling klaim bukti antara Polisi dan KPK dalam kasus penahanan Bibit-Chandra, biarkan pengadilan yang membuktikan.

"Supremasi hukum harus dijunjung tinggi. Kita mendesak agar kasus ini segera disidangkan. Siapapun yang bersalah harus dihukum tanpa pandang bulu, sehingga penegakan hukum dan rasa keadilan masyarakat bisa terpenuhi," tandasnya.

Saat rapat kerja antara Komisi III dengan Polri beberapa waktu lalu, terlihat jelas betapa para wakil rakyat condong mendukung Kepolisian dalam kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Terdengar beberapa kali para legislator memuji sikap Kapolri dan meminta mereka tetap melakukan pengusutan terhadap kedua pimpinan KPK nonaktif itu. Bahkan, usai Komjen Pol Susno Duadji menyampaikan klarifikasi tudingan menerima suap, dengan serempak anggota Komisi III memberikan tepuk tangan.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti dalam wawancara terpisah dengan okezone, dia melihat DPR kurang tegas dan seakan tak berdaya di hadapan Kapolri. "Komisi III terkesan kehilangan kritisisme dan daya gedor. Sama sekali tidak ada pertanyaan terkait kondisi internal polisi yang karut marut," ujar Ray.

Berbeda dengan anggota Komisi III dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah. Dia justru memuji mekanisme kerja penyelidikan dan penyidikan Polisi yang tradisinya lebih lama tampak membuat anggota komisi itu kagum. "Polisi tidak akan sesembrono yang dituduhkan," tandas Fahri.
(lsi)

  • malaikat pencabut nyawa (jibril) » 0 Tanggapan
    Hai bodoh, yang terpedaya oleh daya tarik dunia! Pikirkanlah dan ambillah sesuatu (kebaikan) dari dunia ini untuk, menolongmu di akhirat.......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wong ndeso » 0 Tanggapan
    Kebangeten tenan DPR ya.... edan kok gak sembuh2..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • uzan » 0 Tanggapan
    ya iyalah wong satu komplotan kok gak tepuk tangan.. komisi III kan juga takut klo di sadap telpnya... entar ketahuan kaya susno duadji
    Beri Tanggapan Laporkan
  • uzan » 0 Tanggapan
    ya iyalah wong satu komplotan kok gak tepuk tangan.. komisi III kan juga takut klo di sadap telpnya... entar ketahuan kaya susno duadji
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Gondrong » 0 Tanggapan
    Berjenggot.... embeeeeek (kayak kambing) celana cuman 3/4...kurang kainnya...... Partai Keadilan Indonesia ( Pe-Ka-i) Summun bukmun umyun fahum laa yarji'uuuuun..... jangan tertipu penampilan alim mereka..... mereka ternyata dapat angpao dari Anggodo....kakakakaka
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.