TULUNGAGUNG - Agus Purnomo (31), TKI Taiwan asal Desa Bandarejo, Rejotangan, Kabupaten Tulungagung tewas di tempat kerja. Puluhan ton gulungan baja yang diangkat mesin crane di sebuah pabrik pipa Sinchu Taiwan tempat Agus bekerja, lepas.
Puluhan ton logam itu pun terjun bebas menimpa kepala suami dari Juwita Puspita (28) dan ayah dari Ayu (9) yang saat itu tengah bekerja.
Peristiwa tragis itu berlangsung pada 19 Agustus 2009. Namun jenazah Agus baru Minggu (8/11/2009) ini sampai di rumah duka. Menurut keterangan Saiful Harsoni (28) adik korban, kabar kematian kakaknya ini diinformasikan seorang kerabat yang juga bekerja di Taiwan. Â
"Kabar itu sangat memukul keluarga kami. Katanya mas Agus meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit setempat. Luka pada bagian kepalanya sangat parah," ujarnya kepada wartawan.
Jasad putra ke 4 dari 5 bersaudara pasangan Didin (60) dan Sutin (58) itu tiba sekira pukul 03.00 WIB dini hari. Jenazah diangkut mobil ambulans dari Bandara Juanda Surabaya. Setelah disucikan sesuai keyakinan, jenazah disemayamkan sekitar pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum setempat.
Lamanya pemulangan jenazah TKI yang sudah 3 kali bekerja di Taiwan sejak 2004 lalu itu dikarenakan prosesnya terbentur puasa dan lebaran. Jasad baru bisa pulang setelah terkatung-katung hampir 3 bulan. "Sebelum dikabarkan meninggal dunia, mas Agus pernah pulang pada 2007," tuturnya. Â Â Â Â
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Tulungagung Haryono berjanji, akan  membantu pengurusan hak-hak korban seperti asuransi, santunan, dan gaji. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PJTKI Jakarta yang memberangkatkan korban.
"Karena korban merupakan TKI legal. semua haknya harus diberikan," pungkas Haryono.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.