getting time...

Rieke 'Oneng' Cecar Menkes Soal Namru

Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
Senin, 9 November 2009 15:13 wib
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. (Foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. (Foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)

JAKARTA - Masalah keberlangsungan kerjasama antara Indonesia dengan Namru masih menjadi kontoversi. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang saat itu menjadi peneliti yang berhubungan langsung dengan peneliti Namru diminta untuk menjelaskan kerjasama tersebut.

"Kalau mau dilanjutkan seperti apa bentuknya? Saya sepakat, bekerja dengan asing harus saling menghormati, menghargai, dan menguntungkan. Tapi dalam undang-undang sudah diamanatkan bahwa kita harus mengutamakan kepentingan Indonesia. Lantas apa keuntungan kerjasama kita dengan Namru?" tanya anggota Komisi IX Rieke Diah Pitaloka dalam Raker dengan Menkes di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).

Tidak hanya itu, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memberikan lima rekomendasi untuk Menkes Endang.

Pertama, meminta kebijakan 100 hari jangan hanya menjadi macan kertas. Kebijakan itu tidak bagus di kertas tapi buruk diimplementasi. "Kedua, Menkes harus segera singkronisasi semua kebijakan dari daerah sampai pusat," imbuhnya.

Ketiga, Menkes harus jelaskan sampel darah yang diambil di daerah tanpa prosedur yang jelas. Keempat, penelitian yang dilakukan dengan pihak asing harus didorong jangan hanya dari pihak AS, tapi dengan negara lain seperti China, India, Srilanka dan Amerika Selatan.

"Kelima, saya minta Namru diaudit. Hal itu dilakukan sebagai landasan kerja sama dengan pihak asing," tandasnya.
(hri)

  • kerung » 0 Tanggapan
    klo mentri ber orientasi amerika memang harus d kuliti teh!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jibril » 0 Tanggapan
    naaaah... tolong tanya juga gmana soal komisi virus, ini indikasi awal berlanjutnya kerja sama dengan namru. kerja sama indon dengan namru terhenti setelah beberapa kali ada upaya utk melanjutkan,tapi selalu gagal karena amerika minta indonesia utk memberi status privileges n immunities bg staf namru. naaah,soal kedaulatan,soal sensitif ini,ga mungkin di iyakan...makanya,dibentuk komisi virus.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fauzi » 0 Tanggapan
    bagus tuch mba oneng...menteri ko bermasalah semua temasuk pejabat tinggi lainnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.