SUKABUMI - Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menuding Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih telah melakukan kebohongan publik terkait pengambilan sampel darah ratusan peternak asal Sukabumi.
Mereka mendesak agar Menkes turun langsung ke Sukabumi untuk menjelaskan fakta sesungguhnya di hadapan ratusan peternak.
Ketua Himpuli Ade Zulkarnain mengatakan, Menkes Endang telah melakukan kebohongan publik mengenai sampel darah ratusan peternak Sukabumi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, siang tadi.
Ada beberapa keterangan Menkes yang tidak sesuai dengan fakta, yakni ukuran darah yang diambil dari para peternak dan pengambilan sampel darah telah diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi.
"Menkes mengaku darah yang diambil dari para peternak hanya sebanyak 3cc, padahal kenyataannya satu orang peternak diambil darahnya hingga 20cc. Kebohongan lainnya, Menkes menyebutkan pengambilan sampel darah telah dikoordinasikan dengan Dinkes Kabupaten Sukabumi, nyatanya tidak pernah ada pemberitahuan mengenbai kegiatan itu kepada kami," tutur Ade, Selasa (10/11/2009).
Selain melakukan kebohongan publik, keterangan Menkes Endang juga dinilai sangat tidak memuaskan. Terutama dalam hal keberadaan sampel darah. Tahun 2007 silam, para peternak mendapatkan informasi dari salah seorang pejabat Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Departemen Kesehatan bahwa sampel darah telah dilarikan ke Atlanta, Amerika Serikat. Selang 18 bulan kemudian, seorang pejabat Puslitbang lainnya mengatakan bahwa sampel darah dilarikan ke Hanoi, Vietnam.
"Kini Menkes mengaku di hadapan anggota DPR RI, sampel darah itu tidak pernah dibawa ke mana-mana. Permasalahan ini semakin samar dan jawaban yang kami dapat sangat tidak memuaskan. Karenanya, kami mendesak Menkes Endang untuk turun ke Sukabumi untuk menjelaskan secara langsung kepada ratusan peternak lainnya mengenai sampel darah itu," tegasnya.
Seperti diketahui, perseteruan Menkes-peternak Sukabumi itu berawal pada 25 Januari 2007 lalu, ketika Puslitbang Bio Medis dan Farmasi, Departemen Kesehatan yang kala itu dipimpin Endang Rahayu melakukan pengambilan sampel darah dari 300 orang anggota Himpuli. Mereka tersebar di tiga kecamatan di Sukabumi yang menjadi daerah endemis flu burung, yakni Kecamatan Cicurug, Cikembar dan Kebonpedes.
Kala itu pengambilan sampel darah melibatkan World Health Organization (WHO). Namun hasil dari uji lab atas sampel darah itu tidak pernah diberitahukan. Bahkan dikabarkan sampel darah tersebut hilang dilarikan ke luar negeri.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.