JAKARTA - Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jilid II baru berjalan satu bulan. Namun Presiden yang melanjutkan lima tahun pemerintahannya ini 'diganggu' sejumlah persoalan yang belakangan ramai diributkan orang.
Empat kasus di masyarakat tercatat menyeruak nyaris dalam waktu bersamaan. Mulai dari formasi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang terkesan sebagai kabinet balas budi, hingga permintaan kenaikan gaji dari para menteri itu.
Selain itu, isu kenaikan tarif dasar listrik dan tarif tol juga berpengaruh pada pandangan masyarakat terhadap SBY.
"Dan yang paling berpengaruh yaitu kasus KPK dan Polri," ujar peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi saat berdiskusi dengan redaksi okezone, Kamis (12/11/2009).
Sejak timbulnya kasus KPK dan Polri, lanjut Burhanuddin, hasil survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum yang dilakukan SBY terus menurut turun.
SBY juga mengalami dilema dalam menyikapi kasus KPK dan Polri. Dia dianggap terlibat dalam proses penegakan hukum dan dinilai terlampau normatif karena terlalu lamban.
"Yang harus dilakukan SBY untuk mengembalikan kredibelitas adalah mencopot Kapori dan Kejagung, serta membuka kasus Century agar perhatian masyarakat terhadap kasus KPK dan Polri teralihkan," paparnya.(lam)
(ded)