BANDUNG - Selain ratusan orang menderita keracunan, enam orang warga Kabupaten Bandung meninggal dunia setelah pengobatan masal pencegahan kaki gajah yang dilakukan Dinkes Kabupaten Bandung Rabu kemarin.
"Total yang meninggal setelah pengobatan masal kaki gajah di Kabupaten Bandung ada enam orang mereka yaitu Nonoh (40), Nandang (47), Ahmad Juwana (47), Lilis (52), Danu (52), Toto (69)," ujar Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bandung dr Siti Sir'atun, Kamis (12/11/2009).
Para korban baik yang sakit atau meninggal dunia mulanya mengalami mual-mual dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Meski demikian pihak Dinkes Kabupaten Bandung menolak jika kematian mereka dikaitkan dengan pengobatan massal.
"Sampai sekarang kami masih mengkaji kematian mereka. Rasa mual yang dirasakan warga merupakan reaksi dari obat.Orang muntah karena ada cacing microfilariasis yang harus dikeluarkan. Yang meninggal punya beberapa penyakit seperti gangguan fungsi jantung, diabetes, asma, TBC," tambahnya.
Pengobatan massal Selasa kemarin dilakukan di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung. Setelah pengobatan itu 221 orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita gejala keracunan.
Di.RS Majalaya berjumlah 153 orang, RS Al Iksan 7 orang, RS Soreang 13 orang, Puskesmas Rancaekek 9 orang, Puskesmas Cicalengka 20 orang, Pangelangan 2 Orang, Ciparay 3 orang, dan Banjaran 14 orang.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.