TUBAN - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa kepala dtemukan warga Desa/Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur. Mayat itu mengapung di tengah laut dan sudah dalam kondisi membusuk.
Mayat tanpa kepala itu ditemukan beberapa nelayan yang tengah mencari ikan di perairan Tuban. "Kita menemukanya di tengah laut antara pulau Bawean dan Gresik sekira 30 mil dari daratan," terang Subakir, 30, salah satu nelayan asal Kecamatan Palang, Tuban, Kamis (12/11/2009).
Karena alasan kemanusiaan, para nelayan itu pun langsung mengangkut mayat yang tertelungkup itu dan membawanya ke daratan. Meski sesuai jadwal, mereka baru akan mendarat pada Kamis ini. "Tidak apa-apa, karena niat kami memang menolong mayat itu," terangnya. Mereka berharap, mayat itu diproses dan segera dikebumikan dengan layak.
Sebelum sampai di Tuban, mereka berhenti di pelabuhan Brondong, Lamongan lantaran angin kencang dan ombak besar. Baru pada Rabu dinihari kemarin mereka sandar di pelabuhan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Palang, Tuban. Setelah sampai di pantai, para nelayan itu langsung melapor ke Kepala Desa setempat, kemudian melaporkannya ke Polsek Palang.
Beberapa polisi yang mendapat laporan langsung melakukan identifikasi terhadap janazah tersebut. Hasilnya, mayat laki-laki itu diperkirakan berusia sekitar 30 an tahun. Dan sampai sekarang mayat belum bisa dikenalli, lantaran di pakaian yang dikenakannya tak ditemukan identitas apapun. "Kami masih mencari tahu identitasnya," terang Kapolsek Palang AKP Lumban T.
Mayat tanpa kepala itu, selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD R Koesma Tuban. Delapan nelayan itu pun dimintai keterangan untuk mencari tahu posisi ditemukannya mayat tersebut. Saat ditemukan, mayat itu masih mengenakan kaus warna hitam dan jelana jeans biru.
Selain itu di dalam saku mayat juga ditemukan handphone serta tiket kapal laut bertuliskan PT Primavista. Polisi sendiri belum berani menyimpulkan apakah mayat itu korban pembunuhan atau kecelakaan. "Yang pasti kondisinya tidak berkepala dan tangannya tinggal tulang," terang Kapolsek. (Nanang Fahrudin/Koran SI/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan