BANDUNG - Sebanyak 15 dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung tercatat daerah endemi kaki gajah. Ke-15 kecamatan tersebut adalah Majalaya, Paseh, Solokan Jeruk, Margayahu, Margaasih, Cimaung, Banjaran, Ibun, Arjasari, Kutawaringin, Pameungpeuk, Soreang, Cilengkrang, Ciparay, dan Cicalengka.
Kasus penyakit kaki gajah tertinggi memang ada di Kecamatan Majalaya. Di sana endemisnya tinggi. Dari survei tahun 2008 lalu terhadap sampel di atas 500 jiwa, densitas (kadar cacing dalam darah) mencapai 200.
"Penyebaran di Majalaya juga relatif cepat, karena daerahnya padat, kumuh dan menjadi tempat pembuangan limbah," kata staf Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Siti Siratun kepada wartawan, Kamis (12/11/2009).
Siti menambahkan, hingga Oktober 2009, tercatat ada 31 kasus filarisasis di 15 kecamatan dan 23 desa. Atas dasar itulah, lanjutnya, program pengobatan massal dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Alma Lucyati mengatakan, penyebab tewasnya warga di Kabupaten Bandung bukan akibat meminum obat kaki gajah. Menurut Alma, kemungkinan korban meninggal karena ada penyakit lain yang diidap sehingga menimbulkan kontra indikasi.
"Obat itu tidak menimbulkan kematian. Tapi sebenarnya, ada penyakit dalam tubuh korban, sehingga menimbulkan efek samping setelah meminun obat tersebut," pungkas Alma. (teb)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan