DEPOK - Sebanyak 750 balita di Depok dinyatakan kurang gizi dan berpotensi menjadi gizi buruk. Ratusan balita tersebut dapat berubah status menjadi gizi buruk jika dalam kurun waktu dua bulan tidak mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan umur balita.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok, Dewi Saripah mengatakan, ratusan balita kurang gizi tersebut sedang ditangani dengan pemberian makanan tambahan sebagai asupan gizi seperti susu, makanan mengandung protein, dan vitamin.
Dewi menambahkan, jika dalam dua bulan tidak mengalami perubahan, maka balita kurang gizi akan dibawa ke pos gizi terdekat. "Kalau di pos gizi memang ada kadernya, ibunya juga diberikan pengetahuan mengenai asupan gizi, tidak hanya balita gizi buruk saja yang kita perhatikan, tapi balita kurang gizi juga sangat penting untuk diperhatikan," jelasnya kepada wartawan, di Depok, Minggu (15/10/09).
Dewi menjelaskan, balita kurang gizi akan dibawa ke panti pemulihan gizi, jika pos gizi juga tidak sanggup menaikkan berat badan balita tersebut. "Di panti akan dirawat inap selama 15 hari, jika ada penyakit penyerta dan tiba-tiba kondisi kesehatannya menurun, maka akan kita bawa ke RSUD, baru dikembalikakan lagi ke panti, dan harus dikontrol selama 3 bulan," katanya.
Jumlah balita gizi buruk tahun 2009 menurun dari 0,86 persen menjadi 0,35 persen dari 17 ribu balita atau setara dengan 500 lebih balita gizi buruk. Dinas Kesehatan Kota Depok juga sudah membangun 25 pos gizi dan 2 panti pemulihan gizi buruk di Kecamatan Cimanggis dan Sukmajaya.
(ram)