KEDIRI - Sebuah amunisi berbentuk kapsul yang ditengarai pernah digunakan pada zaman penjajahan Jepang ditemukan sejumlah warga di sekitar Jembatan Lama Jalan KDP Slamet, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri Minggu (15/11/2009).
Cangkul Heriyanto (39) yang saat itu ditemani Markum (21), Heri (38), Anton (30), dan Sofii (20) warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri, secara tak sengaja membentur benda yang memiliki panjang 1 meter, diamter 30 cm dan berat sekitar 60 kilogram.
Para pencari emas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas itu awalnya mengira "rudal" yang diduga masih aktif itu sebagai besi rongsokan biasa. Namun setelah berhasil mengangkat dari kedalaman sekitar satu meter, mereka mengurungkan niat untuk menjual ke pedagang besi rongsokan.
"Dari bentuknya kami mengira ini bukan besi biasa. Tapi sejenis mortir atau bom. Karenanya kami memutuskan melaporkan ke kepolisian terdekat, " ujar Heriyanto kepada wartawan Minggu (15/11/2009).      Â
Saat ini petugas dari Satuan Brimobda Kediri masih melakukan identifikasi termasuk menjinakkan benda yang dimungkinkan masih berbahaya ini. Sejumlah petugas berusaha menaikkan ke tepi Sungai Brantas.
Menurut Soedomo, anggota Polsek Mojoroto, benda itu diduga sisa dari peninggalan Jepang. Karenanya petugas masih melakukan identifikasi. "Petugas dari Brimob yang akan memastikan benda ini masih aktif atau tidak termasuk, kapan dibuatnya, "ujarnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.