getting time...

PM Malaysia: Malaysia-Indonesia Tetap Bersaudara

Andi Aisyah - Okezone
Kamis, 19 November 2009 00:14 wib

MAKASSAR - Hubungan baik Malaysia dan Indonesia harus terus dijaga. Pasalnya, pertalian kekerabatan Malaysia dengan Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan dapat menjadi tonggak kerjasama yang lebih baik karena pengaruh sejarah.

Hal itu dikemukakan Perdana Menteri Malaysia Dato Mohammmad Nadjib Bin Tun Abdul Razak saat memberikan sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Gowa ke-689 di Sungguminasa, Sulawesi Selatan, Rabu (18/11/2009).

Nadjib mengatakan, sejarah pertalian Gowa dan Malaysia tak dapat dipisahkan. Sebagai keturunan langsung Raja Gowa ke-19, Nadjib mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Gowa.

"Gowa merupakan bagian dari Indonesia. Karena itu pertalian darah harus tetap dikenang dan dijadikan alat untuk menjaga hubungan baik di masa sekarang hingga masa akan datang," tutur Nadjib.

Nadjib merupakan keturunan Raja Gowa ke-19 Sultan Abdul Djalil Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone. Keturunan Sultan ini meninggalkan Kerajaan Gowa pada abad ke-18 karena menolak perjanjian Bongaya. Dengan membawa pasukannya dia bertolak dan menetap di wilayah Pahang, salah satu Kerajaan di Malaysia.

Karena pertalian darah itu, Keraton Kerajaan Gowa memberikan gelar kepada Nadjib, yaitu Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone pada tahun 2005. Malahan, saat berkunjung ke Gowa pada 15 Mei 2009, Nadjib sempat berziarah ke makam leluhurnya, Sultan Hasanuddin.

Nadjib menambahkan, tali persaudaraan dan kesejarahan yang kuat antara dirinya dan Gowa mampu membuatnya menyisihkan waktu menghadiri undangan perayaan di Gowa. Menurutnya, hal itu menjadi pertanda kalau sejarah antara Malaysia dan Gowa tidak akan pernah dapat dipisahkan.

"Walaupun saat ini zaman telah memasuki era teknologi informasi yang canggih, kita harus tetap berpegang teguh pada jati diri, ikatan persaudaraan dan agama serta kesejarahan. Itulah yang akan mebangkitkan semangat kebersamaan guna melakukan pembaruan, "kata Nadjib.

Indonesia dan Malaysia kata dia, tak dapat dipisahkan. Pasalnya, sampai hari ini, keturunan Sultan Hasanuddin masih membangun Gowa. Begitu pula dirinya yang masih keturunan Sultan yang digelari Ayam Jantan dari Timur oleh penjajah Belanda itu.

Karena itu Nadjib meminta kedua negara tak hanya hidup dalam lipatan sejarah saja, namun hubungan sejarah kedua wilayah harus dapat diterjemahkan dalam konteks masa kini dan masa akan datang.

"Saya berharap hubungan Malaysia dan Indonesia dapat dipererat dan dapat diperbaiki lagi. Seharusnya ada kerjasama yang lebih intens antar kedua negara. Terutama di wilayah Gowa ini," tegasnya.
(lam)

  • anto yadi » 0 Tanggapan
    malaysia itu tetaplah ...kontol
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kokoda moi » 0 Tanggapan
    Pernyataan beliau sangat baik, namun kenyataannya malaysia sering melecehkan Indonesia. Kita sungguh sangat kecewa dan sebagian Bangsa Indonesia demikian marahnya sampai mendesak pemerintah untuk segera memaklumkan perang dgn malaysia. Tentunya perang bukan jalan terbaik krn akan merugikan kedua bangsa serumpun. Oleh sebab itu kami menghimbau malaysia tdk berhenti dalam membuat pernyataan yg baik saja tetapi Indonesia menunggu bukti nyata.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fairih D'thary's » 0 Tanggapan
    Apakah ini yg dinamakn pershbtn kalau dr belakang malaysia menusuk indonesia dg mengklaim semua kebudayaan indonesia.Selain itu jg bnyk teroris asal malaysia yg ingin menghancurkn indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.