JAKARTA - Sejumlah ruas jalan di Jakarta kembali rusak. Seperti tahun sebelumnya kerusakan ini terjadi akibat genangan air hujan yang menggerus lapisan aspal.
Berdasarkan pengamatan, rusaknya jalan berbentuk lubang-lubang yang menganga dengan diameter sekitar 10-20 sentimeter dan kedalaman antara 5-7 sentimeter. Seperti di Jalan MH Thamrin ,depan Gedung BNI 46, satu lubang yang cukup lebar membuat pengendara kendaraan roda dua rawan jatuh.
Pemilik kios rokok, Anto (47), mengatakan, belum lama ini seorang pengendara motor terjatuh karena melibas lubang tersebut. "Itu lubang nggak kelihatan karena tertutup genangan. Pengendaranya terjatuh, untung masih sehat wal afiat," terangnya, Minggu (22/11/2009).
Lokasi lain yang rawan juga ada di ruas jalan depan Hotel Crowne Plaza, Jalan Jenderal Gatot Subroto. Banyaknya lubang ditambah dengan jalan yang bergelombang membuat pengendara motor harus ke pinggir jalan ataupun masuk ke jalur busway untuk menghindarinya.
Alhasil, kemacetan pun tidak terhindarkan kala mobil sedan pun harus menghindari agar bannya tidak terperosok ke lubang. Ditambah pula dengan angkutan umum yang berhenti seenaknya sehingga arus lalu lintas stagnan sejak di depan Plaza Semanggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Budi Widiantoro mengatakan, pihaknya mempunyai satuan petugas yang akan siap siaga untuk memperbaiki jalan rusak. Tetapi, dirinya mengakui, jalan berlubang tidak dapat ditambal pada saat musim hujan.
"Tapi kalau cuacanya bagus akan kita perbaiki. Itu juga dilakukan pada malam hari karena kalau siang akan mengganggu lalu lintas," jelasnya beberapa waktu lalu.
Dirinya mengakui, semua jalan yang berbahan aspal kualitasnya sama yakni tidak tahan terhadap air. Pihaknya pun menginginkan titik jalan yang selalu terendam air itu ditambal dengan beton. Namun masalahnya adalah jika ingin dibeton maka seluruh ruas jalan tersebut harus ditutup selama 28 hari. Akhirnya, jalan yang rawan rusak tersebut, lanjutnya, kembali ditambal dan ditutup dengan aspal.
Budi melanjutkan, antisipasi genangan yang saat ini dilakukan pihaknya selain dengan penambalan adalah peninggian jalan. Beberapa titik peninggian jalan yakni di depan Universitas Atmajaya dan jalan di ujung Polda Metro Jaya.
"Jalannya ditinggikan sekian sentimeter sehingga airnya bisa mengalir ke selokan," tambah Budi. (Neneng Zubaidah/Koran SI/lsi)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan