JAKARTA - Ekspresi puluhan seniman dalam aksi melukis bersama di Bundaran Hotel Indonesia (HI) menghasilkan berbagai karya lukis. Salah satunya, sebuah lukisan bertema humor di mana tak ditemukan satu pun cicak karena telah dihabisi buaya.
Adalah Lukman Hakim, salah seorang seniman yang mengikuti aksi lukis bersama di Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2009).
Dalam lukisannya terdapat seorang pria dan seorang wanita. Si pria digambarkan sedang mencari-cari keberadaan cicak. Dia pun bertanya kemana cicak-cicak yang biasanya mengamati apapun di dinding tempatnya berpijak. Lalu si wanita menjawab, "Bapak kan tahu cicaknya lagi dimakan buaya".
"Saya lebih milih gambar ini dibanding gambar politik. Saya lebih ke kartun karena lebih ke humor dan biar lebih kena kesannya. Biar membuat masalah itu lebih simpel," jelas Lukman.
Selain Lukman, masih banyak lagi seniman yang menuangkan ekspresinya dalam menanggapi fenomena sosial terkait kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Kepolisian RI.
Lukisan pun dibuat di atas media yang beragam, seperti kanvas, kertas gambar, dan sterofoam. Namun tema maupun garis besar semua lukisan menggambarkan KPK vs Polri.
Selain Lukman, seniman lainnya yaitu Diksi yang merupakan Ketua Paguyuban Sanggar DKI ikut ambil bagian. Menurutnya, dengan gambar-gambar tersebut ingin membuat sindiran-sindiran terkait cicak melawan buaya.
"Kita melihat figur cicak meski kecil di belakang punya kekuatan. Ini bentuk reaksi yang positif terhadap fenomena sosial. Kita mengekspresikan melalui gambar," tandas Diksi.
Sementara menurut salah satu pengunjung, Novi, bentuk aksi ini patut diapresiasikan. "Ini bentuk aksi mereka, pesan yang bisa disampaikan kepada pemimpin biar mereka tahu apa yang dirasakan masyarakat," pungkasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.