JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kaget dengan langkah kepolisian memanggil dua pimpinan media, Koran Seputar Indonesia (SI) dan Kompas pada Jumat 20 November, kemarin.
"Saya juga kaget media dipanggil walaupun untuk langkah projustisia. Makanya kita perlu paham dan belajar aspek psikologis seperti ini," kata SBY saat berdialog dengan pimpinan media massa di Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/11/2009) malam.
Sekadar mengigatkan, pada Jumat kemarin, dua pimpinan media dipanggil Mabes Polri terkait pemberitaan transkrip percakapan Anggodo yang diputar di Mahkamah Konstitusi (MK).
Karuan saja langkah Polri ini mendapat kecaman karena dinilai bentuk kriminalisasi media dan pemberangusan kebebasan pers. Polri juga dinilai memperkeruh suasana dengan pemanggilan tersebut.
Saat berdialog dengan pimpinan media massa itu, SBY juga menekankan keinginannya untuk perbaikan di institusi-institusi penegak hukum. SBY juga tidak ingin disharmoni antarintitusi penegak hukum terus berlanjut.
"Saya tidak ingin disharmoni ini permanen. Jangan sampai polisi, kejaksaan, dan KPK tidak bisa bersinergi untuk memberantas korupsi," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.