Iran Siap Serang Israel

Iran Siap Serang Israel
TEHERAN - Iran akan menembakkan rudal-rudal ke jantung Israel, Tel Aviv, jika diserang musuh. Peringatan itu dilontarkan ulama Garda Revolusi Mojtaba Zolnour saat Iran memulai latihan militer, kemarin.

Latihan perang itu digelar sekitar lima hari untuk melatih kemampuan militer Iran melindungi berbagai fasilitas nuklir Teheran. Latihan ini menjadi bentuk tantangan dari Iran, sehari setelah enam kekuatan dunia menyatakan kecewa terhadap keputusan Teheran menolak proposal yang ditawarkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Jika musuh ingin menguji nasib buruk di Iran, sebelum debu dari rudal-rudal mereka sampai di negeri ini, rudal-rudal balistik Iran akan menembus jantung Tel Aviv," tegas Mojtaba Zolnour yang merupakan wakil Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Garda Revolusi.

Keenam kekuatan dunia yang terdiri Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Jerman, Inggris, dan Prancis bertemu setelah Presiden AS Barack Obama memperingatkan kemungkinan paket sanksi baru terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang. AS dan Israel menegaskan opsi aksi militer tetap ada jika diplomasi gagal menyelesaikan kebuntuan negosiasi nuklir Iran. Barat curiga program nuklir Iran untuk membuat bom atom, tapi tuduhan itu selalu disangkal Teheran.

"Pekan ini berbagai manuver pertahanan udara akan digelar dengan tujuan melindungi fasilitas nuklir negara ini," ujar Komandan Angkatan Udara Iran Brigadir Jenderal Ahmad Mighani.

Iran sering kali menggelar latihan pertahanan dan mengumumkan kemajuan dalam peralatan militer mereka untuk menunjukkan kesiapan menghadapi semua ancaman terkait program nuklirnya. Latihan militer itu digelar di barat Iran dan merupakan latihan skala besar. "Iran dapat memproduksi sendiri sistem pertahanan rudal canggih di Teheran," tegas Mighani.

Rusia tidak memenuhi permintaan Iran karena Washington dan Israel tidak ingin Teheran memiliki sistem pertahanan rudal yang dapat melumpuhkan serangan misil dari AS dan Tel Aviv. "Iran yakin penundaan pengiriman rudal tingkat tinggi S-300 karena tekanan Israel, bukan karena masalah teknis, seperti diungkapkan Moskow," papar Mighani.

Pejabat Iran telah menyatakan kekecewaannya karena Rusia gagal mengirimkan S-300. "Mereka telah menjelaskan masalah teknis sebagai alasan penundaan ini, tapi kami pikir itu karena tekanan Zionis. Kami harap Rusia akan mengabaikan tekanan lobi Zionis," tutur Mighani. Iran tidak mengakui negara Yahudi dan menyebut Israel sebagai "rezim Zionis."

"Dalam berbagai manuver, jaringan rudal modern dan baru akan digunakan dan dievaluasi, termasuk rudalrudal canggih S-300 yang kemungkinan produksinya dapat dilakukan di Iran," tutur Mighani tanpa penjelasan lebih banyak. Kemarin, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad meninggalkan Teheran untuk lawatan lima negara, termasuk di Brasil dan Venezuela.

Tujuan lawatan ini untuk menguatkan hubungan dengan kekuatan ekonomi di Amerika Latin dan mendapatkan dukungan untuk program nuklirnya. "Bangsa-bangsa, seperti Iran, Brazil,Venezuela, Gambia, dan Senegal memiliki kemampuan untuk menciptakan tata dunia baru," tegas Ahmadinejad sebelum meninggalkan Teheran kemarin.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    1.000 Pemuda Syukuran di Tugu Proklamasi