getting time...

Presiden Sorot Petugas Pelayanan Haji

Senin, 23 November 2009 11:16 wib
Ilustrasi jamaah haji
Ilustrasi jamaah haji

MEKKAH - Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja keras untuk menyukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Pasalnya, penyelenggaraan haji tahun ini termasuk dalam program 100 hari kerja SBY. Karena itu, presiden mendorong para petugas haji tetap semangat hingga proses pemulangan jamaah haji.

"Pelaksanaan ibadah haji merupakan salah satu program 100 hari kerja pemerintah. Presiden mendorong penyelenggaraan haji harus lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Menko Kesra Agung Laksono kepada wartawan seusai meninjau lokasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina kemarin.

Agung mengungkapkan, setelah melihat langsung dan mendengarkan penjelasan PPIH secara komprehensif, dirinya optimistis pelaksanaan haji tahun ini akan berjalan sesuai rencana. "Bahkan, bila ada krisis, ada pengorganisasian yang lebih baik. PPIH harus terus semangat dari sekarang sampai kepulangan nanti. Ini tentunya tugas amirulhaj atau pimpinan penyelenggaraan haji," jelasnya.

Peningkatan pelayanan juga terlihat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).Menurut Agung, di bidang kesehatan terlihat jauh lebih baik.Tidak hanya gedungnya yang baru namun juga dari sejumlah peralatan dan obat-obatan yang disediakan.

"Soal katering yang selama ini selalu menjadi sorotan sudah dipersiapkan dengan baik. Begitu juga pemondokan yang terus diperbaiki. Saya harapkan lebih baik lagi," ungkapnya.

Agung menambahkan, Presiden SBY mengharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini lebih baik karena merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.

"Jumlah jamaah haji kita yang 200.000 ini merupakan jumlah yang besar. Tentu perlu pengorganisasian cukup baik. Ini perlu kerja sama dengan travel biro, petugas haji dan Muasasah. Semua perlu kerja sama dan koordinasi,mudah-mudahan tidak ada halangan," harapnya.
Ketika ditanya soal pantauannya selama bertemu dengan jamaah haji di lapangan, Agung menilai kondisinya sangat kondusif. "Saya gembira, semua jamaah menerima pemondokan. Mereka ikhlas, walau ada kekurangan bisa memakluminya. Meski lokasi pemondokan ke Masjidilharam sedikit jauh, asalkan transportasi diperbaiki," imbuhnya.

Terkait kunjungannya ke Arafah, Mina, dan Muzdalifah, Agung mengatakan, ada sejumlah fasilitas dan infrastruktur baru di lokasi maktab yang disediakan bagi jamaah haji Indonesia, termasuk dari negara lain.

Seperti jalan antartenda jamaah dan maktab yang disekat, penambahan toilet dan kamar mandi, serta persediaan air yang mencukupi. Sementara itu,menjelang pelaksanaan wukuf di Padang Arafah yang tinggal empat hari lagi, jumlah jamaah calon haji (Calhaj) Indonesia yang berada di Mekkah,Arab Saudi sudah mencapai 208.240 orang.

Untukitu,semuajamaahyang sudah berada di Tanah Suci agar menjaga kondisi kesehatan supaya bisa menjalani ibadah tersebut. "Saya mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan agar tetap fit saat menjalani wukuf nanti," kata Menteri Agama Suryadharma Ali kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji PPIH di Mekkah kemarin.

Suryadharma meminta semua jamaah calon haji lebih memfokuskan pada pokok ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah. "Jangan sampai justru pada saat wukuf kondisi kesehatan malah menurun," jelasnya.
(Koran SI/Koran SI/ded)