Ilustrasi
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan akan membangun pembangkit listrik sendiri, sehingga ibu kota tidak lagi mengandalkan aliran listrik dari PLN saja.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjelaskan, UU Kelistrikan yang ada saat ini sudah memungkinkan bagi pemerintah untuk mengundang siapa saja berinvestasi dibidang tenaga listrik.
Pemprov DKI pun tidak menutup kemungkinan akan berinvestasi ke arah sana. Dana bagi proyek pembangkit listrik ini pun akan dibentuk dengan program pembiayaan berbeda. "Kalau dengan dari APBD atau dari APBN tidak akan mampu menjalankannya," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta.
Oleh karena itu, Gubernur akan menyerahkan pengadaan pembangkit listrik ini kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Kami bisa bekerja sama dengan sebuah perusahaan untuk membangun pembangkit listrik di Jakarta sehingga tidak ada lagi pemadaman," jelasnya.
Dengan adanya pembangkit ini maka kebutuhan listrik bagi DKI dapat tercukupi walaupun tidak menyampingkan fungsi PLN sebagai tolok ukur dalam penetapan harga yang layak bagi kebutuhan masyarakat.
Katanya, BUMD yang ada di DKI Jakarta sangup melakukan proyek ini karena sudah banyak BUMD yang go public. "Seperti Ancol. Perusahaan ini diawasi, diaudit dan dipercayai oleh public," jelasnya.
Bentuk pembiayaannya nanti ialah public private partnership. Gubernur pun berharap agar pemerintah pusat membantu pemerintah daerah agar membantu mewujudkan proyek ini.
"Pemerintah harus memberi peluang supaya daerah bisa merekayasa bentuk pembiayaan. Public private partnership ini adalah suatu pola yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menyalahi peraturan," lugas Fauzi.
Sementara menunggu pembangkit listrik itu terwujud, Gubernur menyarankan bagi konsumen listrik besar seperti hotel, mal, dan pabrik untuk mengurangi beban pemakaian listrik pada beban puncak. "Pengurangan pemakaian ini juga sambil menunggu perbaikan Gardu Induk Cawang yang ditarget selesai pada 19 Desember," urainya.
Penghematan pemakaian ini juga berdampak besar tidak hanya bagi masyarakat namun agar fasilitas publik seperti pompa air dan lampu lalu lintas tidak mati.
General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Purnomo Willy sebelumnya mengatakan jika perbaikan tiga gardu utama yakni gardu Cawang, gardu Muara Karang Gandul, dan Gardu Kembangan, tuntas, maka ditargetkan pada 2010 mendatang sudah tidak ada lagi sistem pemadaman listrik bergilir di Jakarta.
(Neneng Zubaidah/Koran SI/ful)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan