JAKARTA - Apa yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato semalam sebenarnya bukan isi hati Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu. Pertimbangan yang diterima SBY dari berbagai penjuru, membuat dia tidak bisa mengambil sikap yang sebenarnya.
"SBY maunya perfect, kasus Bibit dan Chandra dihentikan. Keadaan kembali tenang dan bekerja kembali," kata Anggota Fraksi Golkar Gandung Pardiman kepada okezone di Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Seharusnya, sambung dia, semua masukan yang diterima tidak seluruhnya dijalankan. "Keputusan tetap ada di SBY, meski masing-masing pemberi masukan merasa memberi masukan yang benar," imbuhnya.
SBY, lanjutnya, tidak perlu takut dengan ancaman people power yang belakangan ini dihembuskan.
"Kalau memang SBY membela kepentingan rakyat, ikuti maunya rakyat dan jangan maunya segelintir orang. Kalau SBY mau mengambil risiko, rakyat ada di belakang dia," tegasnya.
Sebelumnya Presiden meminta agar kasus Bibit dan Chandra tidak dibawa ke pengadilan. Namun cara yang dilakukan dikembalikan kepada institusi Polri dan Kejaksaan Agung.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.