JAKARTA - Dalam waktu dekat PDI Perjuangan akan menggelar pemilihan ketua umum baru melalui kongres. Nama Megawati Soekarnoputri dinilai masih memiliki kans besar untuk memimpin kembali partai moncong putih.
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kemungkinan besar Mega terpilih kembali karena desakan arus bawah yang masih menginginkan Mega. Terlebih, mekanisme pemilihan yang diawali hasil konferensi cabang makin menguatkan peluang putri Bung Karno tersebut.
"Ada paranoid politik yang menghantui elit-elit PDI Perjuangan dari atas sampai bawah, bahwa seolah-olah hanya Mega yang mampu membesarkan PDI Perjuangan dan menyelamatkan partai dari perpecahan," ujar Burhan kepada okezone, Selasa (24/11/2009).
Aklibat pola pikir tersebut, lanjut Burhan, proses kaderisasi dan regenerasi partai dapat terhambat. Selain itu, peneliti senior Lembaga Survei Indonesia ini juga menilai bahwa nama Mega sulit dijual di pemilu 2014.
"Selain sudah tua, Mega juga kehilangan pamor di mata rakyat, terbukti dua pemilu terakhir PDI Perjuangan mengalami degradasi elektoral," tandasnya.
Selain itu, Mega juga pernah mengalami kekalahan beruntun dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dosen Universitas Paramadina ini mengatakan, jika PDI Perjuangan memaksakan Mega, itu ibarat menggali lubang sendiri. Karena bukan tidak mungkin, lanjut dia, PDI Perjuangan akan mengalami hattrick kekalahan.
"Kekalahan lalu harus menjadi kaca benggala bagi PDI Perjuangan untuk melakukan regenerasi politik. PDI Perjuangan pasti memiliki kader-kader berkualitas dan tak terkungkung dengan nostalgia lama yang meninabobokan partai," pungkasnya.
(teb)