getting time...

Pasutri di Cimahi Tipu Puluhan Mahasiswa

Gin Gin Tigin Ginulur - Okezone
Selasa, 24 November 2009 18:11 wib

BANDUNG - Pasangan suami istri (pasutri) Agus Hartomo dan Lasty Annisa terpaksa harus berurusan dengan jajaran Satreskrim Polresta Cimahi. Keduanya diduga telah menipu puluhan mahasiswa Universitas Ahmad Yani (Unjani) hingga berhasil meraup keuntungan Rp224 juta.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Cimahi, AKP Ahmad Zubair, modus penipuan yang dilakukan pasutri tersebut adalah menyediakan jasa studi tur ke luar negeri, yaitu Singapura, Kuala Lumpur Malaysia, dan Bangkok. Berdasarkan catatan, sebanyak 38 mahasiswa Unjani Jurusan Hubungan Internsional (HI) diberangkatkan pada 11 Oktober lalu oleh jasa tur dengan nama Diva's Tour tersebut.

"Mahasiswa tersebut sudah diberangkatkan ke Singapura namun terbengkalai karena uang operasionalnya digelapkan oleh kedua tersangka," kata Zubair kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (24/11/2009).

Selain tidak mendapatkan fasilitas menginap, para mahasiswa tersebut juga tidak mendapatkan jatah makan. Beruntung, kata Zubair, mereka mendatangi Kedutaan Besar RI di Singapura dan ditolong oleh seorang pria kewarganegaraan Singapura yang menjamin kepulangan 38 mahasiswa tersebut ke Indonesia.

"Dana yang dikeluarkan oleh dermawan tersebut mencapai Rp40 juta," kata Zubair.

Zubair mengatakan, penipuan tersebut rupanya bukan kali pertama terjadi. Pasalnya, uang yang digelapkan diketahui digunakan tersangka untuk menutup kerugian kasus yang sama di Jakarta.

Direktur Diva's Tour, Lasty mengatakan, pihaknya sama sekali tidak berniat menipu para mahasiswa tersebut. Para mahasiswa tersebut sudah diberangkatkan sesuai rencana. "Perjalanan tersebut terhambat karena saya menunggu transfer uang dari Bandung, dan uang itu sendiri baru bisa digunakan sore pada saat mahasiswa tersebut sudah demo dan meninggalkan bus," papar Lasty.

Disinggung berapa uang yang dikumpulkan dari setiap mahasiswa, Lasty mengatakan, setiap mahasiswa menyetorkan uang secara bertahap hingga mencapai kuota Rp5,4 juta. Dia bahkan mengaku, pihak Unjani pun ikut terlibat dalam kepanitian studi tur tersebut.

(fit)