getting time...

Disambut Isak Tangis, 14 Jenazah Sampai di Dumai

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Selasa, 24 November 2009 18:31 wib
Ilustrasi.(Foto:ist)
Ilustrasi.(Foto:ist)

PEKANBARU - Sebanyak 14 jenazah korban tenggelam kapal Dumai Express10 yang dibawa dari Tanjung Balai Karimun Kepri sore ini tiba di Pelabuhan Dumai, Riau. Sedangkan sekitar 105 orang penumpang selamat sedang dalam perjalanan.

Kedatangan Kapal Trisula yang membawa para korban tewas ini langsung disambut isak tangis keluarga yang sudah berhari-hari menunggu kedatangan sanak saudara mereka yang sebagian berasal dari Sumatera Utara dan Riau sendiri.

"Sore ini semua jenajah yang dibawa dari Tanjung Balai Karimun sudah sampai semuanya. Sedangkan korban selamat kemungkinan sebentar lagi sampai," kata Kasat Pol Air Dumai AKP Hariri pada okezone, Selasa (24/11/2009).

Menurut pihak kepolisian saat ini sudah 11 jenazah sudah berhasil di identifikasi. Kemudian oleh pihak keluarga yang memastikan jasad itu adalah sanak keluarga mereka langsung membawa ke kampung untuk disemayamkan.

"Tinggal tiga jenazah lagi yang masih tersisa menunggu keluargannya yang mungkin masih dalam perjalanan," sambung Kabag Ops Polresta Dumai Imran Amir.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepri Naharudin menjelaskan selain memulangkan korban ke Dumai, sekitar 105 korban selamat lainnya juga dikembalikan ke Batam, Kepri secara bersamaan.

(fit)

  • rifka » 0 Tanggapan
    om ku dan adkku 2 dr bnyk'a korbn,,,,smga kclkaan sprti ini tdk trjadi lg,,,smga tenang d alam sana untk om dan adik tercinta.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yusman Budiman » 0 Tanggapan
    Kenyataan dilapangan yang kami saksikan ialah bahwa penumpang dumai express Batam - Karimun bisa membayar ongkos diatas kapal ketika kapal telah berangkat meninggalkan pelabuhan, dimana pembayar tersebut mendapatkan tiket perjalanan dengan harga yang lebih murah, cukup Rp 50.000 saja. Padahal jika tiket tersebut dibeli dipelabuhan harganya berkisar antara Rp 65.000 hingga Rp 70.000. Yang jadi pertanyaan besar ialah; apakah nama pembeli tiket diatas kapal tersebut telah didaftarkan nama mereka dalam daftar manifes atau tidak? Jika terdaftar metode apakah yang digunakan kru kapal untuk melaporkannya kepelabuhan? Apakah via handphone atau SMS? Jika tidak terdaftar tentunya penumpang tersebut tidak mendapatkan ganti rugi apapun apabila terjadi musibah dalam perjalanannya, dan dia akan tenggelam bersama tiket tak terdaftar yang rusak dan hancur terkena air laut. Perlu adanya konsep peraturan serta kepastian implementasi sistem aturan tersebut. Bukan hanya sekedar NACO: No Action Concept Only.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.