JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya merilis, setiap bulan sebanyak 90-100 orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya.
Mengomentari data kecelakaan itu, pengamat transportasi Heru Sutomo mengatakan justru dari fakta lapangan jumlahnya lebih besar dari data yang tercatat di kepolisian.
"Kalau diperhatikan dari dulu data yang terlapor jumlahnya tidak naik jauh, jumlahnya segitu saja. Sekarang sistem informasinya agak lebih baik sehingga ada kenaikan. Padahal faktanya jauh lebih besar dari yang tercatat, bisa dua sampai tiga kali lipat," paparnya saat dikonfirnasi okezone, Rabu (25/11/2009).
Menurut Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik, Universitas Gadjah Mada ini, kecelakaan di jalan raya sampai menelan korban jiwa diakibatkan banyak faktor. Antara lain, faktor manusia, kondisi kendaraan, keadaan jalan, rambu-rambu, dan pengaruh alam seperti hujan atau kabut.
"Kecelakaan lebih banyak diakibatkan faktor manusianya. Pengendara menjalankan kendaraannya dalam kecepatan tinggi," papar Heru.
Dia mengamati, adanya kecendrungan dari pengguna jalan yang minim kesadaran dalam berlalu lintas yang tertib dan aman. Hal ini juga tidak terlepas dari kelemahan sistem hukum dan penegakannya. Terkait kondisi jalan rusak di Ibu Kota, Heru mengatakan sebenarnya tidak memberikan kontribusi terlalu besar terhadap angka kecelakaan. "Masih dibawah 10 persen, dibangding faktor manusia dan kondisi kendaraan," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Tauchid mengatakan, infrastruktur jalan yang ada di Jakarta sudah sangat memenuhi syarat. Menurutnya, apa yang ada di Ibu Kota sudah cukup baik dibandingkan dengan kota-kota lainnya.
Dia melanjutkan, infrastruktur yang dimaksudkan mulai dari lampu penerangan jalan, rambu-rambu lalu lintas, dan yang lainnya. Sementara untuk jalan, Dinas Pekerjaan Umum juga sudah menganggarkan untuk pembenahan.
(ram)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan