JAKARTA - Ketinggian air di tepi Kali Ciliwung, tepatnya di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur, meningkat drastis. Sebagian besar warga pun mulai bersiap-siap menghadapi banjir yang biasa mereka alami setiap tahun.
Hingga sore hari ketinggian sudah mulai mencapai tepian kali Ciliwung. Menurut warga sekitar Kali, kondisi air cukup cepat sekali naik dan arusnya juga sangat deras.
"Kalau sudah begini pasti enggakk bisa tidur," ungkap Mameh warga RT16/03, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (25/11/2009). Dia dan sebagian masyarakat di Kampung Melayu juga terancam merayakan Lebaran Haji tahun ini dengan nuansa memilukan.
Janda beranak enam ini juga menceritakan bahwa banjir sering datang pada momen-momen penting dalam hidupnya. "Saat Lebaran Idul Fitri tahun lalu misalnya yang dirayakan dengan bermain air karena rumah ini terendam lebih dari satu meter," jelasnya.
Bahkan saat selamatan 40 hari almarhum suaminya yang meninggal pada 2007 silam, banjir juga datang. "Ya enggak bisa apa-apa, semua rencananya rusak, bahkan rumah saya nyaris ambruk," ungkapnya.
Pantauan di lokasi, sebagaian besar warga sudah mulai menaikan barang-barang mereka ke lantai dua. "Seluruh perabotan dapur dan tidur sudah dipindahin ke atas," ungkap Rina (23), warga RT16/03 Kampung Melayu lainnya yang juga tinggal di tepi kali Ciliwung. Seluruh ruangan di lantai bawah juga sudah mereka dikosongkan.
Camat Jatinegara Andriyansah mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan dan berkordinasi dengan pemilik tempat yang biasa dijadikan lokasi penampungan. "Jalur evakuasi juga sudah dibuat," tegasnya.
Selain itu pihaknya juga telah memperbaiki peralatan seperti perahu karet yang rusak. "Yang terpenting saat ini adalah pemantauan terus menerus terhadap ketinggian air," ungkapnya.
Jajaran pemerintah dan masyarakat, menurutnya nyaris terbiasa dengan kondisi banjir di wilayah Kampung Melayu yang disebabkan meluapnya kali ciliwung.
Sedikitnya ada 32 ribu warga di Kampung Melayu dan 40 ribu di wilayah Bidaracina yang juga sering dilanda banjir. "Namun hanya sebagaian yang jadi korban banjir," tegasnya. Yakni 17 ribu warga di Kampung Melayu dan empat ribu di Bidaracina.
(Isfari Hikmat/Koran SI/ded)