CIREBON - Pemulung besi bekas, Toha (45), warga Desa Perbetulan, Sumber, Kabupaten Cirebon, menemukan tiga buah granat dan 21 peluru aktif di sungai Jamblang di Desa Warujaya, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.
Berdasarkan informasi, bahan peledak tersebut ditemukan Toha sekira pukul 11.30 WIB, Selasa 24 November. Saat itu, Toha sedang memungut besi bekas di sungai Jamblang dengan menggunakan magnet. Awalnya, dia menduga bahan peledak tersebut adalah besi bekas.
Namun, setelah barang yang menempel di magnetnya diketahui bahan peledak dia kaget. Dia semakin penasaran, dan meneruskan pencarian hingga menemukan tiga granat aktif jenis nanas, serta 21 peluru aktif berbagai bagai jenis senjata.
"Saya kaget. Awalnya peluru yang pertama kali ditemukan. Namun, setelah saya cari barang lain ternyata masih ada granat dan peluru-peluru lainnya," tegas Toha saat dimintai keterangan di Mapolres Cirebon, Rabu (25/11/2009).
Lebih lanjut dia menegaskan, setelah mendapatkan bahan peledak tersebut, dia enggan membawa ke rumah karena khawatir meledak. Dia langsung melaporkan penemuannya itu ke Mapolres Cirebon.
Wakapolres Cirebon Kompol Diki Budiman Saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penemuan bahan peledak tersebut. Dia mengaku, setelah mendapatkan laporan itu jajarannya langsung melakukan pemeriksaan di tempat kejadian.
"Di lokasi kami menemukan barang-barang lainnya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung melakukan koordinasi dengan Brimob Polda Jabar untuk mengevakuasi bahan peledak itu," tegas Diki.
Diki menegaskan, temuan bahan peledak terdiri dari tiga butir granat jenis nanas, 21 butir peluru yang terdiri atas tujuh butir peluru revolver ukuran 3,8 milimeter, dua butir peluru SS ukuran 5,6 milimeter, sembilan butir peluru FN ukuran sembilan milimeter, dua butir peluru RPD ukuran delapan milimeter, dan satu butir peluru ukuran empat milimeter.
"Barang bukti sudah diamankan di markas Brimob Datasmen C, untuk mengetahui siapa pemilik bahan peledak ini, kami masih melakukan pengembangan. Bisa saja bahan peledak itu disimpan secara sengaja untuk disembunyikan oleh pemiliknya," pungkas Diki.
(Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/teb)