getting time...

Tebing Tol Suramadu Rawan Longsor

Rabu, 25 November 2009 16:28 wib
Foto: Subairi (Koran SI)
Foto: Subairi (Koran SI)

BANGKALAN - Tebing sepanjang 500 meter yang ada di sekitar jalan akses tol Suramadu, tepatnya di sisi Desa Morkepek, Labang, Bangkalan, Madura, dinilai rawan longsor. Pasalnya, sepanjang tebing tersebut sama sekali tidak ada penahan tanah dan batu.

Pantauan di sepanjang lokasi, Rabu (25/11/2009), tebing yang sebagian besar ada di sisi kanan dan kiri jalan tersebut terlihat hanya dikepras saja, tanpa di beri plengsengan. Ironisnya, di bawah tebing tersebut dijadikan tempat mangkal para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang jumlahnya mencapai puluhan. Besar kemungkinan, keselamatan PKL terancam jika tebing longsor.

Tokoh masyarakat Kecamatan Labang Bangkalan H. Ha'i menyatakan, sejak awal beroperasi jembatan Suramadu, dirinya sudah mempertanyakan soal plengsengan yang ada di sekitar tebing tersebut. Hanya, hingga saat ini masih juga belum ada jawaban secara pasti, baik itu dari pihak pengelola Suramadu maupun pemerintah setempat.

"Kalau musim hujan seperti ini kan berbahaya, bisa jadi rawan longsor karena tidak ada plengsengannya," kata Ha'i kepada wartawan.

Ha'i menjelaskan, dalam beberapa kali pertemuan dengan pengelola Suramadu, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bangkalan dan Camat Labang, dirinya selalu mendesak agar tebing tersebut segera diberi plengsengan. Namun, usulan tersebut selalu dimentahkan dengan alasan tidak ada alokasi dana untuk membuat plengsengan.

Dia mengaku sangat kuatir, apabila hujan lebat terus mengguyur, tebing tersebut bakal longsor. Bila hal itu terjadi, yang menjadi korban adalah warga sendiri, terutama kalangan PKL yang pas berada di bawah tebing. Guna mengantisipasi kejadian tersebut, Ha'i sering kali menyarankan agar saat hujan, PKL tutup dan tidak beraktifitas.

"Bila longsor terjadi, keselamatan mereka (PKL) menjadi taruhan. Itu yang tidak dipikirkan oleh pemerintah," terangnya.

Sayang, hingga berita ini diturunkan, Kepala Pengelolaan Akses Tol Suramadu sisi Madura, Siswo, masih belum bisa dikonformasi. Pesan singkat dan beberapa kali ditelopon, sama sekali tidak direspons.(teb)
(Subairi/Koran SI/mbs)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.