Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahmad Bagja Siap Gantikan Hasyim Muzadi

Koran SI , Jurnalis-Kamis, 26 November 2009 |06:30 WIB
Ahmad Bagja Siap Gantikan Hasyim Muzadi
A
A
A

JAKARTA - Bursa kandidat Ketua Umum PBNU terus bertambah ramai. Ahmad Bagja, salah satu ketua PBNU, mengaku sudah lama didesak banyak kalangan, terutama pengurus wilayah dan pengurus cabang untuk maju menggantikan Hasyim Muzadi.

Menurut Ahmamd, selama ini dia belum pernah menyatakan kesediaan menjadi ketua umum PBNU dan tidak pernah juga menawarkan diri kepada siapa pun untuk dipilih.

"Selama 25 tahun di NU, saya merasa tidak pas kalau harus menawarkan diri ke mana-mana untuk didukung atau dipilih," ungkapnya di Kantor PBNU Rabu (25/11/2009). Menjelang Muktamar Ke-32 ini, katanya, dia lebih berkonsentrasi pada pembangunan sistem manajemen organisasi di PBNU, terutama soal hubungan syuriah dan tanfidziyah.

"Saya lebih memikirkan model (hubungan) syuriah dan tanfidziyah, seperti apa yang cocok untuk NU ke depan," kata mantan ketua umum PB PMII ini. Ditanya soal kemungkinan dirinya bakal maju sebagai pengganti Hasyim Muzadi, putra asli Jawa Barat tersebut mengaku bersedia jika dicalonkan oleh PW dan PC.

"Jika para kiai, PWNU, dan PCNU menganggap saya pantas jadi ketum PBNU, tentu saya siap," katanya. Sementara itu, para kandidat mulai terkena isu negatif terkait wacana liberalisme.

Beberapa kandidat bahkan dicap sebagai pendukung liberalisme. Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas'udi mengatakan, isu liberalisme bisa jadi kampanye negatif. Dia termasuk yang menerima dampak kampanye negatif sebab bergerak dalam pengembangan pemikiran Islam.

"Jadi selama ini liberalisme menjadi seperti hantu yang menakutkan. Dan tidak ada penjelasan lebih lanjut apa sih yang dimaksud liberalisme itu. Tidak ada tabayun atau klarifikasi sama sekali," ujarnya.

Masdar mengatakan, jika liberal adalah sedikit keluar dari tradisi, banyak kiai melakukannya misalnya pendiri NU Hasyim Asy'ari adalah seorang yang mengembangkan pemikiran liberal.

Ketua PBNU Said Aqil Siradj menilai isu liberal itu sudah tidak relevan.  "Liberalisme agama ini hal kuno, dari dulu sudah ada," kata Said. Said mengatakan, liberalisme sudah ada sejak masa awal pengembangan Islam.

Karena itu, dia meminta pengurus NU tidak usah terlalu menanggapi anak muda yang sedang mengembangkan pemikiran liberal. Sebaiknya semua berkonsentrasi pada tugas masing-masing. "Kalau ditanggapi, mereka malah terkenal," candanya.

Sebagaimana diberitakan, Muktamar Ke-32 NU akan digelar di Makassar Sulawesi Selatan, 22- 27 Maret 2010.

Selain Bagja, sejumlah tokoh juga telah disebut-sebut siap menjadi ketua umum PBNU antara lain Salahuddin Wahid, Slamet Effendi Yusuf, Said Aqil Siradj, Masdar Farid Masudi, dan Ulil Abshor Abdlla.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement