DENPASAR - Badan PBB untuk urusan pariwisata atau UNWTO (United Nation World Tourism Organization) memilih Bali sebagai project pilot pengembangan pariwisata ramah lingkungan atau Green Tourism.
Bali dipilih karena memiliki kearifan lokal untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kepercayaan kepada Tuhan. "Kearifan itu masih terhaga hingga sekarang," ujar Asisten Sekjen UNWTO Geoffery Lipman di Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat Denpasar, Kamis (26/11/2009).
Tantangannya sekarang, kata dia, adalah untuk mengaplikasikan konsep itu dalam menghadapi tantangan aktual seperti masalah perubahan iklim yang berdampak pada kerusakan lingkungan.
Dengan dipilihnya Bali, Lipman menegaskan akan berusaha membantu Bali dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pada tahap awal, pihaknya akan melakukan analisa mengenai masalah serta kebutuhan yang dihadapi Bali seperti masalah penggunaan energi alternatif dan konservasi sumber daya alam.
Pihaknya juga akan berusaha membantu Bali dalam mendapatkan dukungan finansial dari sejumlah lembaga donor dunia seperti Bank Dunia dan Asia Development Bank.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam kesempatan yang sama berharap, terpilihnya Bali akan menguatkan branding Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata yang ramah lingkungan.
Dengan branding itu, dia berharap turis yang datang ke Bali nantinya adalah turis yang berkualitas dengan penghargaan terhadap kelestarian alam dan budaya. (Miftachul Chusna/Koran SI/mbs)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan