BREBES - Tragis! Gara-gara dituduh sebagai dukun santet, Zaenudin (54), warga Dukuh Bojong Neros, Desa Legok Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, tewas dibantai warga. Korban tewas mengenaskan dengan luka memar di sekujur tubuh.
Tak hanya itu, warga yang sudah kalap juga merusak rumah korban. Akibatnya, istri dan tiga anak korban terpaksa mengungsi di rumah keluarganya di Cilacap. Kasus ini terjadi Jumat lalu namun baru dilaporkan Sabtu malam kemarin.
Hingga Minggu (29/11/2009) siang ini, situasi di dukuh yang berbatasan dengan Cilacap itu masih terasa mencekam. Puluhan aparat Polres Brebes masih berjaga-jaga di lokasi kejadian untuk menghindari amukan susulan dari keluarga korban.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu dipicu kecurigaan warga terhadap korban yang diduga mengguna-guna Warsono (35), salah seorang warga yang menderita sakit perut selama tiga bulan dan tidak sembuh-sembuh. Massa yang berjumlah sekira 25 orang itu kemudian mendatangi dan merusak rumah korban.
Mereka juga menyeret paksa tubuh korban dan memukuli dengan benda tumpul hingga tewas. Tubuh korban kemudian dimakamkan warga di hutan pinus desa setempat.
"Informasi yang kami terima, warga menduga korban telah menyantet kakak ipar korban yang sakit perut selama tiga bulan, namun tidak sembu-sembuh. Warga marah dan mengadili korban," kata Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Sugeng.
Guna kepentingan penyelidikan, lanjut dia, petugas kemudian membongkar makam korban. "Mayat korban kami bawa ke RSUD Brebes untuk diautopsi," ujarnya.
Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangksa dalam kasus penganiayaan hingga tewas itu.
(Kastolani/Koran SI/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan