SUBANG - Jajaran Polsek Pabuaran berhasil menangkap tiga remaja yang diduga pelaku pengrusakan tujuh rumah warga di Kampung Salam, Desa Salamjaya, pada malam takbiran Idul Adha, Kamis malam (26/11) lalu. Dalam peristiwa itu sedikitnya tujuh rumah warga mengalami rusak.
Ketiga remaja itu adalah Yusuf Pakhroji (17), Suryana (19), dan Agustian (18). Ketiganya diamankan petugas saat berada di rumanhya di Kampung Cinangka, Desa Salamjaya, Kecamatan Pabuaran. Menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) Kampung Cinangka, Mirin (52), motif aksi pengrusakan tujuh rumah warga tersebut hanya aksi iseng. Hal ini menurut sepengetahuan dia sebelum peristiwa itu, tidak ada persitiwa menonjol di lingkungannya.
Akibat hal itu, sebanyak tujuh rumah milik warga Kamp. Salam mengalami pecah kaca dan genting yang menimbulkan kerugian materil sekira Rp1 juta. Jenis kerusakannya bagian kaca dan gentingnya rusak.
"Saya kira pengrusakan itu hanya ulah iseng para remaja saja. Karena sebelumnya, tidak ada persoalan apapun di kampung saya, ujar Mirin, saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolres Subang," kemarin.
Mirin memaparkan, kejadian pengrusakan itu berlangsung singkat. Pada saat itu, sejumlah remaja Kampung Cinangka sedang berkumpul untuk merayakan hari libur Idul Adha. Tidak ada tingkah yang mengarah akan terjadinya aksi pengrusakan. Namun tanpa alasan jelas, sekira pukul 21.00 WIB, puluhan anak muda ini bergerek ke di Kampung Salam, Desa Salamjaya untuk melakukan pengerusakan rumah warga.
Sementara itu Kapolsek Pabuaran, AKP Agus Eka menuturkan jumlah pemuda yang merusak rumah warga Kampung Salam tersebut diperkirakan sebanyak 50 orang. Menurut Agus, aksi semacam itu kerap dilakukan warga pada malam hari libur khususnya pada pada malam Lebaran.
Karena personil kepolisian lebih sedikit ketimbang jumlah massa, aparat hanya bisa mengidentifikasi tiga remaja yang terlibat aksi pengrusakan rumah.Di tempat terpisah Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto mengatakan, aksi tersebut diduga kuat dipicu oleh kedatangan warga Kampung Cinangka yang bekerja di Jakarta.
Mereka yang baru datang dari kota metropolitan itu seolah-olah bermaksud memamerkan keberaniannya dan menghasut remaja lain untuk menyerang warga Kampung Salam yang lokasinya bersebelahan. "Seharusnya mereka yang pulang dari rantau membawa perilaku yang baik bukan malah merusak moral warga kampungnya sendiri. Kami sangat menyesalkan atas tindakan dan kejadian di malam takbiran itu," tegas Kapolres termuda se-Indonesia itu.
(Annas Nasrullah/Koran SI/fit)