BANDUNG - Ketua DPD Partai Golkar di setiap daerah diberi target untuk kaderisasi partai. Menurut Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, DPP mewajibkan setiap ketua, termasuk DPD Partai Golkar Jabar, merekrut 125 orang per desa menjadi kader Partai Golkar.
"Dengan perhitungan tersebut, kita dapat menjaring 10 juta orang se-Indonesia, dan 10 juta itu juga mengajak satu orang lainnya. Jadi target kita bisa sampai 40 juta orang atau 30% dari suara pemilih. Ini sudah cukup untuk suara kita, ini menjadi beban daerah dan pusat. Maka dari itu jangan hanya berorientasi menjadi gubernur atau wali kota/bupati," kata Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie, dalam sambutannya saat membuka Musda Partai Golkar Jabar, di Hotel Savoy Homann, Minggu malam (29/11/2009).
Menurut Ical, Ketua DPD juga harus sanggup membuat partai menjadi wadah politik rakyat dan disenangi masyarakat. Ia mengatakan, Partai Golkar di daerah harus membuat langkah-langkah nyata untuk mewujudkan hal itu.
"Suara kita ada di desa, jadi turunlah hingga ke desa. Harus ada program untuk mewujudkan partai yang disenangi masyarakat," papar Ical.
Kader Golkar yang juga mantan anggota DPR Ferry Mursyidan Baldan berharap, Ketua DPD Partai Golkar Jabar yang baru harus mengembalikan Jabar sebagai lumbung suara. Untuk itu, kata Ferry, ketua DPD jangan pernah mencalonkan diri menjadi gubernur.
"Target kita di 2014, bukan Pilgub. Jadi ketua harus total dalam memimpin partai ini. Golkar memang harus ikut serta dalam Pilgub, tapi si calon jangan dari ketua, biarkan kader lain. Yang pasti ketua harus menjadi manajer partai. Jika memang yang terjadi si ketua ingin menjadi gubernur itu akan menghasilkan conflict of interest," ungkap Ferry.
Dia mengatakan musda Partai Golkar Jabar harus memperjelas agenda politik partai. "Yang terpilih harus memiliki visi dan misi serta memiliki cita-cita Jabar bisa menjadi lumbung suara Partai Golkar, jangan memiliki ambisi pribadi," ujar Ferry.
(fit)