JAKARTA - Tingkat kejahatan di DKI Jakarta dan sekitarnya masih cukup tinggi. Buktinya, selama sepuluh hari Operasi Sikat Jaya digelar sedikitnya 515 orang ditangkap karena tindak kriminalitas.
Kejahatan yang banyak terjadi adalah pencurian bermotor dan pencurian dengan kekerasan, mencapai 99 kasus selama sepuluh hari terakhir ini. Dalam Operasi Sikat Jaya 2009 yang dilaksanakan Polda Metro Jaya sejak 20 hingga 29 November 2009 di 14 wilayah, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 199 kasus yang terdiri atas 35 kasus pemerasan, 17 kasus penjambretan, 24 kasus perjudian, 99 kasus pencurian dan 24 kasus kejahatan lain.
Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa sepucuk senapan api, 4 butir peluru, 17 senjata tajam, 33 kendaraan bermotor, 43 unit HP, 81 botol miras, 4.646 VCD bajakan dan uang tunai senilai Rp21.396.950.
Dari keseluruhan kasus yang dapat diungkap, terlihat tingkat kejahatan di wilayah Jakarta Barat masih cukup tinggi dibanding 13 wilayah lain.
Dalam sepuluh hari operasi berlangsung tersebut, kejahatan tertinggi yang berhasil diungkap ada di wilayah Jakarta Barat. Di Jakarta Barat, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus kejahatan hingga 41 kasus. Jumlah ini merupakan jumlah tertinggi dari seluruh wilayah kewenangan Polda Metro Jaya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, operasi dilakukan untuk menurunkan angka kejahatan di wilayah hukumnya."Kami juga telah menyebarkan anggota di kawasan-kawasan yang memang dinyatakan rawan," katanya, kemarin.
Kegiatan tersebut juga akan dilakukan bersama-sama masyarakat dengan menggiatkan kembali sistem keamanan kampung karena luasnya wilayah menjadi kendala tersendiri bagi polisi. "Soalnya banyak wilayah yang memang tidak tertangani, di sanalah peranan masyarakat menjadi penting," tuturnya.
Dalam kesempatan kemarin dihadirkan juga ratusan pelaku kejahatan dari berbagai kepolisian resor dan kepolisian sektor yang ada di Jakarta. Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana melihat perlunya peningkatan patroli untuk mencegah kejahatan, termasuk mengintensifkan razia kendaraan roda dua.
Alasannya, para pelaku kejahatan biasanya menggunakan sepeda motor, mengingat mobilitasnya yang cepat dan sulit diburu petugas. "Kami harap petugas juga lebih intensifkan patroli," desaknya. Selain itu, peningkatan kewaspadaan terhadap masyarakat juga perlu ditingkatkan.
(Koran SI/Koran SI/ram)